Rabu, 01 April 2020 |
News Gallery - Newstainment

Film 'Sultan Agung' Dikritik Putri Sultan HB X, Begini Kata Hanung Bramantyo

Sabtu, 10 Mar 2018 | 18:00 WIB Dibaca: 450 Pengunjung

Hanung Bramantyo.*

[NEWSmedia] - Film baru arahan sutradara Hanung Bramantyo yang berjudul "Sultan Agung: The Untold Story" mendapatkan kritik dari Gusti Kanjeng Ratu Bendara. Putri Sultan Hamengkubuwono X itu menyoroti pakaian sosok Sultan Agung (diperankan Ario Bayu) saat memakai bawahan batik dengan motif Parang dan dinilai tidak sesuai dengan peraturan yang ada di keraton. 

Hanung Bramantyo pun akhirnya buka suara terkait kritikan itu. Hanung mengungkapkan bahwa dia sudah melakukan penelitian dan diskusi dengan sejarawan dari Yogya maupun Solo. Hanung sebagai sutradara siap menerima masukan untuk film ini. 

"Saya menyikapi ini sebagai masukan yang positif tapi saya akan menjawabnya ya film itu belum jadi. Kalau misalnya ada apa-apa nanti ada proses editing, oo ternyata salah, ternyata beteng bukan abu-abu tapi warnanya item, ya nanti saya ubah jadi item," kata Hanung Bramamtyo seperti yang dikutip dari wawancara bersama DetikHot di Sleman pada Kamis (8/3). Hanung ingin kritik diungkapkan ketika film ini telah selesai karena masih ada proses editing yang bisa mengubah beberapa tampilan. 

"Jangankan jarik, wajah saja bisa diganti kok. Kan ada teknologi animasi sekarang, wajah, kulit coklat bisa dibuat putih. Nunggu dulu filmnya jadi, jariknya bener nggak kayak gitu, jangan-jangan beliau mengkritik sesuatu yang belum jadi," imbuh Hanung. Dia meyakinkan bahwa pembuatan film ini tidak mungkin tanpa berkunjung terlebih dahulu pada keluarga yang bersangkutan. Begitu juga yang dia lakukan ketika menggarap film tokoh sejarah lain seperti "Seokarno" dan "Sang Pencerah". 

Hanung juga ingin masukan disampaikan langsung ke lokasi syuting. "Jadi buat apa harus bicara di depan netizen, bukan memecahkan persoalan. Buat saya mengeluh di sosial media bukan sebuah solusi. Ya menjadi solusi adalah ya datang gitu kalau saya," kata Hanung. Ia mengatakan bahwa pihaknya sudah bertanya paa sejarawan UGM Sri Margana untuk urusan kostum. 

Hanung Bramantyo bertanya apakah ada foto Sultan Agung di Leiden, tetapi ternyata tidak ada. Yang ada adalah literaturnya sehingga ia berdasar pada riset literatur. 

Sultan Agung sendiri telah diangkat menjadi pahlawan nasional dan tentu menjadi milik negara. Dan cucu Sultan Agung tidak hanya di keraton Yogyakarta tetapi juga Pakualaman dan Solo. "Mereka semua menganggap cucu Sultan Agung," tuturnya. [wk]

Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Film 'Sultan Agung' Dikritik Putri Sultan HB X, Begini Kata Hanung Bramantyo
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top