Senin, 10 Mei 2021 |
News Room

Emak-emak di Banten 'Ngerumpi' Cegah Radikalisme dan Terorisme

Selasa, 25 Sept 2018 | 13:18 WIB Dibaca: 689 Pengunjung

Dialog pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Hotel Kharisma Jl. Otista Raya, No 58 Jujuluk, Rangkasbitung, Lebak (25/9/2018).

SERANG, [NEWSmedia] - Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Banten melakukan dialog Pencegahan Radikalisme dan Terorisme bagi kalangan Perempuan di Hotel Kharisma Jl. Otista Raya, No 58 Jujuluk, Rangkasbitung, Lebak (25/9/2018).

Ketua Pelaksana, Ikhwan Syarief mengatakan, pihaknya sengaja mengajak kaum perempuan sebab menurutnya, perempuan adalah jantung keluarga yang perlu disentuh untuk memberikan pemahaman-pemahaman tentang faham radikalisme kepada anaknya.

“Kami merasa prihatin dengan telah terlibatnya Ibu dan Anak dalam kejadian bom bunuh diri pada Mei 2018 di Surabaya beberapa waktu yang lalu, sehingga kami secara concern melakukan upaya kontra radikalisasi untuk mencegah penyebaran paham radikal dan terorisme," kata Ikhwan.

Sementara itu, Ketua FKPT Banten, Brigjen Pol (Purn) Rumiah menuturkan, banyak wanita yang saat ini sudah terpapar oleh paham radikal dan terorisme, sehingga sangat diperlukan sosialisasi pencegahan radikalisme dan terorisme di kalangan perempuan.

"Peran aktif perempuan sudah sangat urgen dilakukan, sehingga kecenderungan perempuan yang lebih sering berkumpul dengan keluarga dan masyarakat dapat 'ngerumpi' tentang upaya pencegahan radikalisme dan terorisme dimulai dari lingkungan keluarga," tuturnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Banten, Ade Rossi Khaerunisa mengatakan, pihaknya mendorong agar pencegahan radikalisme dan terorisme di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Banten berjalan dengan massif.

"Pembangunan tidak hanya sekedar pembagunan infrastuktur tetapi juga pembangunan mental, yang salah satunya adalah terhindarnya masyarakat Banten terpapar oleh paham-paham yang memecah NKRI dan terlepas dari paham radikal dan terorisme," jelasnya.

Aci, sapaan Ade Rossi juga berpesan kepada para peserta agar dapat memilah dan memilih dalam pergaulan, bahkan ia juga menegaskan agar bergaul dengan orang yang tepat.

"Cukupkan Ilmu dan awasi anal-anak dan keluarga dari bahaya teknologi. Jangan sampai ada pembiaran terhadap anak-anak bermain games tanpa pengawasan orang tuanya," pungkasnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Emak-emak di Banten 'Ngerumpi' Cegah Radikalisme dan Terorisme
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top