Selasa, 13 April 2021 |
News Room - Hukum

Elis Laelasari, Pengusaha Proyek Irigasi Ciujung Dijebloskan ke Rutan Serang

Selasa, 06 Jun 2017 | 00:22 WIB Dibaca: 1919 Pengunjung

Tersangka Elis (kerudung pink) saat menandatangani berita acara pelimpahan di Kantor Kejari Serang, Senin (5/6/2017).

SERANG, [NEWSmedia] - Elis Laelasari (54), pengusaha pelaksana proyek rehabilitasi irigasi sekunder Begog-Pontang, Kabupaten Serang, dijeblosan ke Rutan Klas II B Serang, Senin (5/6/2017). Ia diduga melakukan korupsi pada proyek daerah irigasi Ciujung tersebut senilai Rp1,9 milar.

Elis Laelasari didampingi oleh tim kuasa hukum dan penyidik Polres Serang mendatangi gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang sekitar pukul 11.30 WIB. Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan serta pemberkasan sekitar pukul 15.30 WIB, Elis langsung dibawa ke Rutan Serang.

Saat hendak dibawa ke mobil tahanan, Elis nampak menutupi wajahnya dari sorotan kamera wartawan, namun Elis sempat bicara pada media bahwa dirinya tidak ikhlas menjalani penahanan tersebut. Pasalnya, ia merasa tidak bersalah atas kasus tersebut.

Elis yang merupakan Direktur Utama CV Selamat Putra Bersaudara ditetapkan sebagai tersangka korupsi proyek rehabilitasi Sekunder Begog - Pontang, Kabupaten Serang di bawah naungan Balai Besar wilayah Sungai Cidanau, Ciujung dan Cidurian (BBWSC3) pada tahun 2014.

“Saya nggak salah, saya nggak terima ditahan begini. Nanti dibuktikan di pengadilan,” ucap Elis sambil dibawa masuk ke mobil tahanan.

Saat itu, Elis juga mengaku sedang dalam kondisi tidak sehat, dan akan menjalani operasi Sinus. Kondisi itu juga menjadi alasan tersangka agar tidak dilakukan penahanan. Namun demikian, karena ditahan, ia terpaksa menunda pelaksanaan operasi.

“Saya kan sebenarnya sedang sakit. Mau operasi, tapi keburu ditahan,” ujar Elis.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Serang, A Olav Mangotan mengatakan, penahanan tersangka Elis dilakukan untuk mempercepat proses persidangan. “Sesuai dengan KUHAP kita bisa menahan tersangka Korupsi. Apalagi dari hasil pemeriksaan tim dokter independen, tersangka dalam kondisi sehat,” kata Olav.

Ia mengungkapkan, penyelidikan kasus dugaan korupsi ini sudah dilakukan sejak 2015, yang merupakan tindak lanjut temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Banten terhadap pelaksanaan proyek tersebut.

Berdasarkan hasil audit BPKP, proyek rehabilitasi yang dikerjakan perusahaan Elis diduga merugikan negara Rp613 juta lebih. Elis pun ditetapkan tersangka pada pertengahan 2016, karena pengerjaan proyek rehabilitasi ini diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang menyebabkan timbulnya kerugian negara.

Di tempat yang sama, Kanit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reskrim Polres Serang, Iptu Toto Hartono menjelaskan, bahwa proses penyidikan atas kasus tersebut telah lama rampung. Namun, karena terkendala kesehatan tersangka, penyidik menunggu tersangka pulih.

“Sebenarnya sudah lama rampung, tapi kesehatan tersangka sedang terganggu. Sekarang sudah mulai pulih dan kita lakukan pelimpahan ke kejaksaan,” ujar Toto.

Pada perkara ini, penyidik baru menetapkan Elis sebagai tersangka. Penyidik mengindikasikan akan menambah calon tersangka baru pada kasus tersebut. Sebab penyidik mendapati adanya pihak lain yang terlibat. [idr/ard]

Editor: Arif Darma
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Elis Laelasari, Pengusaha Proyek Irigasi Ciujung Dijebloskan ke Rutan Serang
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top