Selasa, 18 Desember 2018 |
News Room - Ekonomi

Ekspor Perhiasan di Jatim Tembus Mencapai Rp46 Triliun

Jumat, 28 Okt 2016 | 07:03 WIB Dibaca: 646 Pengunjung

Foto Ilustrasi

[NEWSmedia] - Pertumbuhan ekspor perhiasan dari Jawa Timur mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun lalu. Kontribusi ekspor perhiasan di sektor non migas mencapai 29,04% dari total ekspor sebesar USD 12,22 milliar.

"Perhiasan merupakan peringkat pertama komoditas ekspor non migas di Jawa Timur," kata Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf di sela pembukaan Surabaya Jawellery Fair ke 21 Tahun 2016 di Hotel Shangri-La Surabaya, Kamis (27/10/2016).

Ekspor perhiasan di Jawa Timur pada Tahun 2015 mencapai USD 2,71 milliar. Sedangkan di Tahun 2016 mulai Januari sampai Agustus menembus USD 3,55 milliar atau sekitar Rp 46,15 triliun (kurs Rp 13.000). Kontribusi perhiasan terhadap ekspor non migas di Jatim sekitar 29,04% dari total ekspor seluruh komoditas di USD 12,22 milliar.

Wagub yang akrab disapa Gus Ipul mengatakan, kontribusi perhiasan di Jatim sekitar 25% dari produksi nasional. Ada 50 industri perhiasan (26 industri berskala besar dan 24 industri perhiasan berskala kecil) yang tersebar di berbagai sentra industri seperti Surabaya, Kabupaten Gresik, Lamongan, Pasuruan, Lumajang dan Pacitan. Industri perhiasan ini bisa menyerap tenaga kerja sekitar 17.600 orang.

Katanya, ketika batu bara dan minyak serta gas sudah tidak bisa diandalkan lagi, maka diperlukan komoditas andalan lainnya, dan perhiasan merupakan salah satunya.

"Industri perhiasan di Jawa Timur merupakan salah satu industri kreatif yang bisa diandalkan untuk menghadapi masyarakat ekonomi Asean (MEA)," tuturnya.

Ada permintaan terhadap perhiasan, khususnya emas yang trennya terus mengalami peningkatan. Selain menjadi karya seni, perhiasan juga sebagai sarana investasi.

Untuk meningkatkan daya saing produk perhiasan, Pemprov Jatim akan memberikan fasilitas desain, pengembangan teknologi industri, peningkatan sumber daya manusia dan memberikan perlindungan hak kekayaan atas intelektual (HAKI).

"Serta promosi dengan menggelar pameran seperti ini setiap tahun," jelasnya sambil menambahkan, produk-produk perhiasan dari Jawa Timur bisa semakin dikenal di pasar internasional, sehingga membuka akses pasar yang lebih luas dan stakeholder industri perhiasan diharapkan dapat update tren perhiasan.

"Tahun lalu pameran yang sama seperti ini dikunjungi tidak kurang 50 ribu orang dengan nilai transaksi lebih dari Rp 100 milliar. Tentu, harapannya tahun ini lebih besar lagi," tandasnya.

Sementara itu, M Ardi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim mengatakan, pameran perhiasan ini digelar mulai 27-30 Oktober 2016. Ada 100 stand di pameran ini mulai dari stand IKM (industri kecil menengah), stand penjualan peralatan atau mesin, hingga stand dekranasda.

"Pameran ini tujuannya untuk mempromosikan dan memperkenalkan industri perhiasan di Jawa Timur ke tingkat nasional maupun internasional," terangnya.

Pembukaan Surabaya Jewellery Fair 2016 ini juga dihadiri Dirjen Kemenperin Tati Wibawaningsih, Ketua Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia (APEPI) Jatim Jefri Tumewa dan Forkompimda di lingkungan Pemprov Jatim. [04]

Penulis: Dtc
Editor: Newsmedia
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Ekspor Perhiasan di Jatim Tembus Mencapai Rp46 Triliun
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top