Sabtu, 06 Juni 2020 |
News Room - Politik - Banten Memilih

Dugaan Praktik Politik Uang oleh Mantan Bupati Lebak Masuk Laporan Bawaslu

Rabu, 15 Feb 2017 | 01:04 WIB Dibaca: 1187 Pengunjung

Tim Advokasi WH-Andika menunjukkan bukti laporan yang dibawa ke Bawaslu terkait dugaan praktik politik uang di Pilkada Banten.*

SERANG [NEWSmedia] - Tim advokasi pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Banten Wahidin Halim-Andika Hazrumy (WH-Andika) melaporkan praktik politik uang (money politic) yang diduga dilakukan mantan Bupati Lebak, Mulyadi Jayabaya. Laporan disampaikan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banten, Selasa (14/2/2017).

Tim Advokasi WH-Andika, Ferry Renaldi mengungkapkan, pihaknya mendapat informasi dari salah seorang aktivis di Kabupaten Lebak, bahwa mantan Bupati Lebak Mulyadi Jayabay menitipkan sejumlah uang kepada camat di daerah Lebak Selatan untuk dibagikan kepada kepala desa di daerah Lebak Selatan.

“Besaran dugaan money politic tersebut sekitar Rp1.000.000 sampai Rp1.500.000,” kata Ferry kepada wartawan di kantor Bawaslu Provinsi Banten.

Saat itu, Ferry juga membawa selembar bukti berupa foto bergambar uang pecahan seratus ribu dan amplop yang tertera tuisan ‘Keluarga Besar H. Mulyadi Jayabaya’. Ia pun meminta kepada Bawaslu Banten untuk menindak lanjuti laporan tersebut.

“Kita minta Bawaslu Banten menginvestigasi langsung. Kalau bisa tangkap oknumnya agar tidak menciderai citra demokrasi di Banten,” tuturnya.

Ferry juga berharap melalui Satgas Saber OTT Bawaslu Banten bisa benar-benar menghalau praktik politik uang di Pilkada Banten 2017.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pengawasan, Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Banten, Eka Satialaksmana, mengatakan, laporan tersebut langsung dikaji.

“Kita akan koordinasikan bersama dengan tim penanganan pelanggaran Bawaslu Banten. Kita lihat apakah laporan tersebut memenuhi syarat atau tidak, sehingga kita bisa bahas bersama dengan Gakkumdu,” ujarnya.

Eka meminta semua pasangan calon beserta tim pemenangan, partai politik dan relawan untuk menahan diri, tidak melakukan tindakan-tindakan politik uang.

“Kita kan sebelumnya sudah berupaya untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk menolak politik uang. Bahkan pada tanggal 8 Februari 2017, bersama dengan paslon nomor urut 1 maupun 2, kita sudah sepakat, bahwa tidak ada praktik politik uang di Pilkada Banten 2017,” ucapnya. [ifal]

Penulis: Syahrifal Fahlevi
Editor: Arif Darma
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Dugaan Praktik Politik Uang oleh Mantan Bupati Lebak Masuk Laporan Bawaslu
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top