Sabtu, 23 Januari 2021 |
News Room

Komisi IX DPR akan Perjuangkan Program Berobat Gratis Pakai KTP di Banten

Senin, 12 Mar 2018 | 12:02 WIB Dibaca: 755 Pengunjung

Anggota Komisi IX DPR RI, Yayat Biaro setelah acara Sosialisasi Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Gedung PKPRI, Kota Serang, Senin (12/2/2018).*

SERANG, [NEWSmedia] - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) merespons positif kebijakan Pemerintah Provinsi Banten terkait program berobat gratis bagi masyarakat Banten hanya dengan KTP.

Anggota Komisi IX DPR RI, Yayat Biaro saat ditemui pada acara Sosialisasi Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Gedung PKPRI, Kota Serang, Senin (12/2/2018) mengatakan, program tersebut harusnya bisa berjalan. 

"Itu (program gratis dengan KTP-red) bagus menurut saya, justru kita akan perjuangkan dan akan jadi model nasional, karena saya lihat baik di UU JKN-KIS, UU BPJS dan Permendagri, itu tidak bertentangan apa-apa dengan niat Pak WH," kata Yayat kepada awak media.

Ia menilai, program berobat gratis dengan KTP tersebut sangat bagus, sebab menurutnya, Gubernur Banten, Wahidin Halim menginginkan masyarakat Banten yang sakit dan tidak tercover oleh BPJS Kesehatan, akan ditanggung oleh APBD Pemerintah Provinsi Banten. 

"Pak WH ingin APBD itu dimanfaatkan langsung oleh masyarakat, tidak dikelola BPJS, itu boleh dan bagus menurut saya, justru yang disebut integrasi program JKN-KIS adalah Pemda bekerja untuk menjamin kesehatan masyarakatnya, bukan harus semua gabung jadi peserta BPJS," terangnya.

Ia mengungkapkan, secara pribadi, dirinya mendukung program tersebut, sebab menurutnya, hal itu adalah bentuk konkret Pemerintah Provinsi Banten dalam menjamin kesehatan masyarakatnya.

"Saya ngga tahu yang lain, tapi secara pribadi saya mendukung, karena ini bagus, ini bentuk konkret dari pemerintahan yang baik, APBD-nya digunakan untuk kesehatan rakyat secara langsung, jadi engga ribet-ribet, yang penting punya KTP Banten, bisa berobat gratis, itu yang betul, gubernur harus begitu," ungkapnya.

Selain itu, ia juga menegaskan, jika ada masyarakat Banten yang sakit di luar Banten, mereka bukan bagian dari masyarakat Banten yang miskin.

"Jarang kalau orang miskin jarang keluar, kalau ke Bandung, ke Jakarta, ke Lampung, atau kemana pun keluar Banten, berarti engga miskin," pungkasnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Komisi IX DPR akan Perjuangkan Program Berobat Gratis Pakai KTP di Banten
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top