Selasa, 16 Juli 2019 |
News Room - Hukum

DPO Kasus Korupsi Irigasi Pamarayan Senilai Rp23,2 M Ditangkap Saat ‘Ngopi’

Jumat, 07 Okt 2016 | 18:57 WIB Dibaca: 2854 Pengunjung

Sujasman S Nongke alias Bugis (menggunakan topi_ saat akan dibawa ke Lapas Serang dikawal petugas kepolisian dan jaksa di Kejaksaan Negeri Serang.*

SERANG, [NEWSmedia] - Sujasman S Nongke alias Bugis, terpidana kasus korupsi proyek peningkatan saluran irigasi induk Pamarayan Barat, Kabupaten Serang tahun 2013 senilai Rp23,2 miliar berhasil ditangkap setelah buron selama tiga bulan. Terpidana ditangkap saat sedang ‘ngopi’ di daerah Jakarta Pusat.

Sujasman alias Bugis menyandang status buronan (DPO) sejak tiga bulan lalu setelah keluar putusan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan Bugis bersalah dan divonis pidana penjara selama enam tahun.

Pada sidang di Pengadilan Tipikor Serang, Bugis divonis bebas oleh majelis hakim. Akan tetapi majelis hakim MA, MS Lumme, Krisna Harahap dan Artidjo Alkostar yang mengadili perkara Bugis mempunyai pendapat berbeda dengan majelis hakim Pengadilan Tipikor Serang.

Putusan MA yang memvonis Bugis enam tahun penjara, lebih tinggi dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Serang. Sebelumnya, jaksa menuntut Bugis dengan pidana penjara selama dua tahun dan enam bulan. Selain pidana penjara, JPU Kejari Serang juga menjatuhkan denda senilai Rp50 juta dan uang pengganti atau kerugian negara Rp1,3 miliar.

Atas putusan MA tesebut, pihak Kejari Serang berupaya melakukan eksekusi, namun kehilangan jejak keberadaan terpidana. Setelah melakukan penelusuran, akhirnya Bugis berhasil ditangkap Rabu (5/10/2016) di sebuah kedai kopi di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat.

“Kita tangkap ketika sedang duduk ngopi di Jakarta Pusat,” kata Kasi Pidsus Olaf Mangontan, seperti dikutip dari fesbukbantennews.com, Jumat (7/10/2016).

Kepada petugas, Bugis mengaku baru pulang menunaikan ibadah haji, dan sudah berencana akan menyerahkan diri ke kejaksaan.

“Alasannya baru pulang menunaikan haji. Dia bilang minggu depan mau menyerahkan diri. Tapi kan itu kata dia. Alasannya saja, karena kita nggak tahu kan,” ungkap Olaf.

Setibanya di Serang, Bugis langsung digiring oleh petugas dengan pengawalan pihak kepolisian untuk dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Serang.

Diketahui, kasus korupsi proyek peningkatan saluran irigasi induk Barat di Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang,  didanai dari APBN Tahun Anggaran 2013 senilai Rp23,2 miliar. Kasus ini menyeret tiga orang, yakni Kusnendar Praja Wijaya selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3), Direktur PT GKN Nila Suprapto selaku pemenang tender, dan Bugis selaku pengusaha yang mengerjakan proyek.

Kasus ini terungkap karena proyek peningkatan saluran irigasi induk Barat tersebut belum selesai dikerjakan hingga batas waktu kontrak yang ditentukan, yakni pada Desember 2013. Proyek tersebut dimenangkan oleh PT GKN.

Awalnya proyek tersebut dianggarkan sebesar Rp31,6 miliar, namun mengalami perubahan (addendum) sehingga berkurang menjadi Rp25,5 miliar. Masalahnya adalah, proyek yang dikerjakan oleh Bugis, laporan harian, mingguan dan bulanannya tidak pernah dibuat secara benar. Bahkan laporan yang ada ternyata adalah palsu.

Dalam proses pembayaran proyek tersebut, PT GKN hanya menerima sebanyak 55 persen dari nilai proyek setelah dikurangi pajak. Sementara 45 persen sisanya masuk ke rekening PT Bali Pacific Pragama milik Tb Chaeri Wardana.

Pada perkara ini pejabat pembuat komitmen (PPK) dari BBWSC3, Kushendar Praja Wijaya sudah divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Serang. Kushendar dijatuhi pidana penjara selama satu tahun dan lima bulan.

Bugis dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dengan memperkaya diri sendiri, orang lain artau suatu korporasi sesuai dengan dakwaan subsidair Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). [Fbn/02]

Penulis: Nm
Editor: Newsmedia
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

DPO Kasus Korupsi Irigasi Pamarayan Senilai Rp23,2 M Ditangkap Saat ‘Ngopi’
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top