Jumat, 14 Agustus 2020 |
News Room - Internasional

Donald Trump Setop Dana untuk WHO, Keputusan Berbahaya Saat Pandemi Corona?

Jumat, 17 Apr 2020 | 15:31 WIB Dibaca: 348 Pengunjung

Donald Trump.*

[NEWSmedia] - Amerika Serikat jadi negara dengan kasus Virus Corona COVID-19 terbanyak di dunia. Hingga Kamis (15/4/2020), tercatat ada 645.922 orang terinfeksi, dengan 28.640 kematian dan 49.091 pasien pulih.

Sementara, di level dunia, angka positif COVID-19 sudah tembus 2 juta kasus. Epidemi belum lagi tamat, Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk menghentikan pendanaan terhadap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang jadi garda depan di tengah kondisi darurat kesehatan global yang entah kapan akan berakhir.

Akibatnya, dana untuk WHO bisa terpangkas hingga US$ 500 juta atau Rp 7,8 triliun setahun. Tentu saja, itu kejutan yang tak menyenangkan bagi banyak pihak. 

Amerika Serikat adalah penyedia dana terbesar untuk WHO, dengan kontribusi lebih dari 14 persen dari anggaran organisasi global itu pada 2019.

Trump merasa punya alasan untuk membekukan pendanaan ke WHO. Kata miliarder nyentrik itu, tindakan WHO ketika awal penyebaran Virus Corona COVID-19 mengecewakan sehingga banyak korban berjatuhan.

Trump mengklaim, WHO mendukung apa yang ia sebut sebagai 'disinformasi' dari pihak China dan tidak pendukung travel ban atau pembatasan perjalanan untuk China pada Januari 2020. 

"Seandainya WHO melakukan tugasnya membawa para ahli medis ke China untuk menilai secara objektif situasi di lapangan dan menyebut sikap China yang kurang transparan, wabah bisa saja dibendung di sumbernya dengan angka kematian yang sangat sedikit," kata Trump pada Selasa 13 April 2020, seperti dikutip dari CNN.

"Ini akan menyelamatkan ribuan nyawa dan menghindari kehancuran ekonomi dunia," imbuhnya.

Trump menuding WHO terlalu percaya terhadap klaim pemerintah China. "Kepercayaan WHO pada pernyataan China mungkin menyebabkan peningkatan 20 kali lipat di dunia dan mungkin lebih…Begitu banyak kematian disebabkan kesalahan mereka," tuding Trump seperti dikutip dari BBC. 

Salah satu orang dekat Trump, seperti dikutip dari NDTV mengatakan, dana yang semula dialokasikan ke WHO akan dialihkan ke lembaga lain. Misalnya Palang Merah Internasional. 

Keputusan Donald Trump direspons banyak pihak. Sebagian besar kecewa. Salah satunya pendiri Microsoft, Bill Gates. 

"Menghentikan pendanaan untuk WHO di tengah krisis kesehatan yang melanda dunia adalah hal yang berbahaya. Tugas mereka adalah memperlambat penyebaran COVID-19 dan jika itu dihentikan tidak ada organisasi lain yang bisa menggantikannya. Dunia membutuhkan @WHO saat ini lebih dari sebelumnya," kata Bill Gates di akun Twitternya. 

Ketua DPR AS Nancy Pelosi menentang keputusan itu. "Keputusan tersebut berbahaya, ilegal, dan dengan cepat akan mendapat penentangan," kata dia dalam pernyataan seperti dikutip dari The Hill.

"Kita hanya bisa mengalahkan pandemi global ini dengan respons internasional yang terkoordinasi dengan menghargai sains dan data." 

Sementara, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyesalkan keputusan Donald Trump tersebut. 

"Amerika Serikat telah menjadi sahabat lama yang dermawan bagi WHO dan kami berharap terus berlanjut seperti itu," ujar Tedros di Jenewa, Rabu 15 April.

"Kami menyesalkan keputusan Presiden Amerika Serikat yang memerintahkan penghentian pendanaan kepada WHO.  [nyc]

Editor: Newsmedia
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Donald Trump Setop Dana untuk WHO, Keputusan Berbahaya Saat Pandemi Corona?
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top