Jumat, 30 Oktober 2020 |
News Room - Hukum

Direktur RSUD Banten Dijebloskan ke Rutan Serang

Selasa, 22 Agt 2017 | 20:05 WIB Dibaca: 12090 Pengunjung

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten, drg Dwi Hesti Hendarti di mobil tahanan Kejari Serang. Ia dibawa ke Rutan Klas II B Serang setelah diperiksa penyidik Kejari Serang, Selasa (22/8/2017) sore.*

SERANG, [NEWSmedia] - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten, drg Dwi Hesti Hendarti ditahan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang, Selasa (22/8/2017). Dwi merupakan tersangka kasus korupsi dana jasa pelayanan (Jaspel) RSUD Banten tahun 2016 senilai Rp1,9 miliar.

Sebelum dilakukan penahanan, Dwi Hesti Hendari terlebih dahulu menjalani pemeriksaan selama kurang lebih tiga jam. Ia datang ke Kantor Kejari Serang pukul 13.50 WIB dan selesai sekitar pukul 17.00 WIB.

Dwi pun langsung dieksekusi ke tahanan oleh penyidik Kejari Serang menggunakan kendaraan tahanan Kejari Serang menuju Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Serang.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Serang, Eka Nugraha menyatakan dua alasan penahanan Direktur RSUD Banten, Dwi Hesti Hendarti. Alasan objektif karena penyidik Kejari Serang menganggap tersangka memenuhi Pasal 23 KUHP dan UU 31 Tipikor tahun 2001. Tersangka juga sudah memenuhi syarat penyidikan dan ancaman hukuman selama lima tahun.

Sementara alasan subjektif penyidik, karena tersangka dikhawatirkan melarikan diri dan menghilangkan alat bukti dalam kasus ini. “Oleh karena itu pertimbangan penyidik untuk menahan yang bersangkutan selama 20 hari ke depan,” ujar Eka.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Serang, Agustinus Olav Mangontan mengatakan, pada pemeriksaan pertama ini penyidik mendalami penyaluran dana jasa pelayanan dan peran Direktur sebagai penanggung jawab kegiatan.

“Kita menemukan dana jaspel tidak dikelola dengan baik sehingga menimbulkan kerugian negara,” kata Olav.

Sementara itu, Penasihat Hukum tersangka, Asep Abdullah mengaku kaget dengan penahanan kliennya pada pemeriksaan pertama ini. Pihaknya masih yakin bahwa langkah Direktur RSUD Banten Dwi Hesti Hendart dalam penggunaan anggara, sudah sesuai dengan ketentuan.

Ketentuan yang dimaksud yaitu mulai dari Peraturan Gubernur (Pergub) Banten Nomor 33 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pemungutan Retribusi Pelayanan Kesehatan pada RSUD Banten dan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 21 Tahun 2016.

“Itu sudah sesuai dengan aturan yang ada,” kata Asep. [ard]

Editor: Arif Darma
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Direktur RSUD Banten Dijebloskan ke Rutan Serang
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top