Rabu, 18 September 2019 |
News Room - Kesehatan - News Adv

Dinas Kesehatan Kabupaten Serang Komitmen Turunkan Penderita HIV/ AIDS dan TBC

Kamis, 22 Agt 2019 | 19:46 WIB Dibaca: 387 Pengunjung

Pertemuan jejaring eksternal pencegah HIV/AIDS di Aula Dinkes Kabupaten Serang. [ist]*

SERANG, [NEWSmedia] - Pemerintah Kabupaten Serang melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Serang berkomitmen untuk terus berupaya menurunkan jumlah penderita penyakit menular di Kabupaten Serang, salah satunya  pengendalian dan pencegahan penyakit menular HIV/AIDS dan TBC.

Bahkan, awal tahun 2019 Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Serang telah mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS menjadi peraturan daerah Kabupaten Serang. Hal itu karena saat ini Kabupaten Serang sudah masuk kategori darurat HIV/AIDS. 

Dalam laporan Perkembangan HIV/AIDS dan lnfeksi Menular Seksual (IMS) Triwulan IV Tahun 2018 yang dikeluarkan oleh Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, tanggal 28 Februari 2019 jumlah kumulatif kasus HIV/AIDS di Provinsi Banten hingga 31 Desember 2018 mencapai 11.238 yang terdiri atas 8.249 HIV dan 2.989 AIDS dengan 268 kematian.

Sementara di tahun 2018, sebanyak 70 orang di Kabupaten Serang positif terjangkit virus HIV, 17 orang AIDS, dan 6 orang meninggal dunia.

Pada tahun 2019, angka penderita HIV menurun menjadi 40 (positif), 8 AIDS, dan 5 orang meninggal dunia.

Sasaran sosialisasi untuk HIV terdiri dari Ibu hamil 100 persen harus test HIV, penderita TBC 100 periksa HIV, dan Hod Spot/ Populasi kunci. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, Riris Budiarni menjelaskan, ada beberapa upaya pencegahan dan pengendalian yang bisa dilakukan dalam lingkungan keluarga, seperti memberikan notifikasi pasangan dan pencarian kontak serta penggalian pasangan seks atau teman yang sering berbagi jarum suntik.

“Upaya lainnya mencakup penguatan jejaring interneal dan eksternal komunitas utama seperti komunitas populasi kunci, LSM Peduli HIV, dan masyarakat. Penyuluhan anak sekolah, dan mobail VCT dan test HIV kelompok beresiko,” kata Riris, Kamis (22/8/2019).

Sementara itu, Kepala Seksi Penanggulangan Pemberantasan Penyakit Menular (P2PM Dinkes Kabupaten Serang Padri memaparkan, berdasarkan temuan di lapangan, kasus TBC paling banyak di Kecamatan Cikeusal, Padarincang, Ciruas, Kramatwatu, Pontang.

Ia mengatakan, sejauh ini pihaknya telah menangani 23 jenis penyakit menular. Dari 23 penyakit itu, dua di antaranya TBC dan HIV-AIDS harus teratasi pada 2030.

“Artinya, pada tahun 2030 itu, sudah tidak ada lagi temuan penyakit TBC dan HIV yang baru. Kalaupun ada, angkanya tidak lebih dari satu persen,” ujarnya.

Psikolog Tb. Sake P Sandjadirdja menjelaskan, penyimpangan seksual merupakan salah satu penyebab penularan penyakit itu, sehingga mereka perlu mendapatkan pendidikan seks sejak dini.

“Remaja harus memiliki konsep diri yang stabil,  yang penting pendidikan agama, norma adat dan budaya sebagai pagar pembatasan perilaku sehingga sesuai dengan apa yang diharapkan oleh lingkungannya,” ujarnya saat menjadi narasumber pada Pertemuan Jejaring Eksternal Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di Aula Dinkes Kabupaten Serang.

Penanganan TBC di Kabupaten  Serang

Selain HIV/AIDS, Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Serang terus berupaya menurunkan angka penderita tuberculosis (TBC) di Kabupaten Serang.

Berdasarkan data dari Dinkes Kabuapten Serang, capaian kasus TBC di Kabupaten Serang Tahun 2019 (Januari-Juni) baru mencapai 43,2 persen dari total sasaran sebesar 3.410 Kasus.

Artinya capaian penanganan baru 1.475 kasus yang teratasi. Sementara, hasil Pengobatan Tahun 2018 yang di Evaluasi Tahun 2019 (Januari-Juni), dari totoal 1.297 kasus, sebanyak 525 penderita dipastikan sembuh, 683 kasus pengobatan lengkap, 27 kasus meninggal, 2 kasus gagal, 4 kasus mangkir dari pengobatan, dan 16 kasus pindah. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang Sri Nurhayati mengatakan, pihaknya telah membuat program untuk menurunkan angka penderita TBC di Kabupaten Serang.

Secara terpercinci, program yang dimaksud mencakup program jangka pendek, menengah, dan panjang. Adapun program jangka pendek mecakup terlaksananya pelatihan dan pembinaan mengenai penyakit Tbc di Pesantren Kecamatan Cikesal Kabupaten Serang, terbentuknya forum pesantren peduli Tbc di Kecamatan Cikeusal, tersusunnya SOP penyuluhan dan kunjungan TBC di pesantren, dan terlaksananya pencapian angka penemuan kasus TB CBTA  (+) di pesantren Kecamatan Cikeusal.

Sementara jangka menengah meliputi, terjalinnya komunikasi lintas program dan lintas sektor untuk masarakat peduli TBC Kecamatan Cikeusal, terbentuknya forum pesantren peduli TBC di sepuluh kecamatan Kabupaten Serang, terlaksananya pencapaian angka penemuan kasus TB BTA (+) di Kabupaten Serang.

Ketiga, program jangka panjang mencakup  terbentuknya forum pesantren peduli TBC di semua kecamatan se-Kabuapten Serang, teralokasinya dana pengendalian program TBC serta dukungan dana dari CSR, terlaksananya pencapaian angka penemuan kasus TBC BTA (+) di Kabupaten Serang. 

“Kita ingin masyarakat paham, peduli dan mengerti tentang pencegahan dan pengobatan penyakit TBC. Sehingga terwujudnya masyarakat yang sehat,” jelasnya.

Untuk diketahui, pada 29 Agustus 2019 mendatang, Dinkes Kabupaten Serang akan menggelar sosialisasi forum pesantren peduli TBC di Kecamatan Cikeusal. Selanjutnya akan dibentuk forum tersebut pada awal minggu pertama bulan September 2019. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Dinas Kesehatan Kabupaten Serang Komitmen Turunkan Penderita HIV/ AIDS dan TBC
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top