Senin, 23 April 2018 |
News Room - Peristiwa

Diiringi Rintik Hujan, Mahasiswa di Kota Serang Tagih Nawa Cita Jokowi-JK

Jumat, 17 Nov 2017 | 13:37 WIB Dibaca: 527 Pengunjung

Sejumlah mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Kampus UIN SMH Banten, Jumat (17/11/2017).*

SERANG, [NEWSmedia] - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Gerakan Indonesia-Raya (SMGI-Raya) UIN SMH Banten menggelar aksi unjuk rasa di depan kampus tersebut, Jumat (17/11/2017).

Hal itu dilakukan, selain dalam rangka memperingati Hari Pelajar International, aksi tersebut juga digelar untuk mengkritisi Pemerintahan Jokowi-JK yang dinilai tidak serius mengurusi pendidikan di Indonesia.

Aksi damai dimulai sekitar pukul 09.30 WIB di depan Kampus UIN SMH Banten, semula, cuaca pagi itu cukup cerah, namun seiring berjalannya waktu, awan hitam mulai menutupi sinar matahari dan tak lama kemudian, rintik hujan mengguyur massa aksi.

Meski demikian, para pengunjuk rasa tidak menghiraukan air yang jatuh dari langit tersebut, alih-alih membubarkan diri, justru mereka semakin semangat mengkritisi pemerintahan Jokowi-JK.

"Kami menagih janji nawa cita Jokowi-JK yang didalamnya termaktub tentang pendidikan," kata Koordinator Aksi, Muliansyah dalam orasinya.

Sementara itu, Ketua SMGI-RAYA UIN SMH Banten, Falvis Ray Ikbal  mengatakan, pendidikan merupakan hak mutlak yang harus diberikan oleh negara untuk mencerdaskan setiap anak bangsanya, sebab menurutnya, APBN yang digunakan untuk pendidikan cukup sebesar, yaitu 20 persen.

"Tapi ironisnya, dengan anggaran sebesar itu pendidikan di negara kita masih tidak merata. Kita masih sering menemukan anak anak putus sekolah karena masalah biaya, infrastruktur yang tidak memadai sehingga aktivitas belajar mengajar terganggu, juga berbagai pungutan liar yang masih marak di dunia pendidikan negara ini," ungkapnya.

Ia juga menegaskan, hal di atas memperlihatkan dengan tegas bahwa arah kebijakan pemerintah terutama di bidang pendidikan, alih-alih menjadikan pendidikan sebagai sarana peningkatan kualitas masyarakat, pemerintah justru menobatkan dirinya sebagai agen kapitalisme internasional (penjajahan asing) yang siap sedia memberikan ruang bagi komersialisasi pendidikan.

"Tingkatkan kualitas infastruktur pendidikan serta wujudkan pendidikan gratis tanpa syarat, ilmiah, demokratis, dan bervisi kerakyatan dan terakhir kami minta untuk stop kapitalisasi dan komersialisasi pendidikan di Indonesia," pungkasnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Diiringi Rintik Hujan, Mahasiswa di Kota Serang Tagih Nawa Cita Jokowi-JK
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top