Kamis, 13 Mei 2021 |
News Room

Diduga Hina Banser, ASN di Pandeglang Dipolisikan

Jumat, 30 Agt 2019 | 11:29 WIB Dibaca: 918 Pengunjung

Barisan Ansor Serbaguna (Banser). [net]*

PANDEGLANG, [NEWSmedia] - Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pandeglang melaporkan seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pandeglang yang diduga telah menghina Ansor-Banser NU.

ASN yang diketahui bernama Rahmat Zultika itu merupakan Sekertaris di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang dilaporkan gara-gara unggahannya yang diduga telah menghina organisasi sayap Nahdlatul Ulama (NU) tersebut.

"Terkait unggahan itu, ada dua kegiatan yang akan kita tempuh. Pertama sowan ke pendopo kedua melaporkan Rahmat ke aparat penegak hukum," kata Lukman melalui keterangan tertulisnya, Jumat (30/8/2019).

Lukman mengaku unggahan tersebut membuat ulama NU ikut sakit hati. Oleh karena itu, untuk menjaga kondusifitas, pihaknya langsung melaporkan ya g bersangkutan kepada pihak kepolisian.

"Kenapa kami bertindak cepat, karena unggahan (facebook-red) langsung mengundang reaksi dari ulama-ulama kami, sehingga kami langsung melaporkannya, agar Pandeglang tetap kondusif," jelasnya.

Screenshot unggahan akun facebook  Rahmat Zultika, Kamis (9/8/2019). [Ist]

Lukman juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Pandeglang untuk memberikan sanksi yang tegas kepada Rahmat lantaran yang bersangkutan dinilai tidak memiliki etika yang baik sebagai seorang ASN.

"Pertama tuntunan kami, harus ada sanksi tegas dari Pemkab Pandeglang dan kedua terkait penegakan hukum, kita pasrahkan kepada aparat yang berwenang (Polisi)," terangnya.

Untuk diketahui, akun Facebook dengan nama Rahmat Zultika menyebutkan, Banser diam saja terhadap Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan bahkan terkesan tidak berani.

"BANSER yg moncongnya bilang NKRI harga mati. Terhadap sparatis OPM langsung MINGKEM. Ga ada suaranya. PLONGO," tulis Rahmat dalam unggahan facebooknya yang dilihat pada Kamis (9/8/2019).

Saat ini, unggahan pria tersebut langsung dihapus setelah mendapat berbagai reaksi dari netizen dan Rahmat langsung melontarkan permohonan maaf. Namun, tidak disebutkan permohonan maaf tersebut kepada siapa.

"Saya mohon maaf atas pernyataan saya yang emosional terhadap...," katanya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Diduga Hina Banser, ASN di Pandeglang Dipolisikan
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top