Minggu, 25 Agustus 2019 |
News Room

Diancam Dipolisikan, Sultan Banten Jelaskan ‘Asal-usul’ Bantuan Rp200 Juta Dari Sekretariat Negara

Kamis, 13 Jun 2019 | 08:13 WIB Dibaca: 12736 Pengunjung

Sultan Banten ke-18 Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni (tengah). [Dok:NEWSmedia]*

SERANG, [NEWSmedia] - Sultan ke-18 Banten Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja menanggapi upaya pengurus Badan Koordinasi Masyarakat (Bakormas) Banten yang akan melaporkan dirinya ke polisi terkait bantuan uang Rp200 juta dari pemerintah pusat.

Kepada NEWSmedia, Bambang Wisanggeni menjelaskan anggaran sebesar Rp200 juta itu adalah bantuan pemerintah pusat melalui Sekretariat Negara (Setneg) yang diberikan untuk Kesultanan Banten pada tahun anggaran 2018.

Menurutnya, uang tersebut sesungguhnya bukan untuk Kegiatan Gema Budaya Kebangsaan (GBK) yang digelar pada 22 Desember 2018 di Tangerang, melainkan alokasi bantuan untuk Kesultanan Banten. Meskipun, Bambang mengatakan setengah dari uang itu akhirnya dipergunakan untuk membiayai kegiatan pagelaran seni budaya di Tangerang.

"Sebetulnya Rp200 juta itu untuk Kesultanan Banten, kepanitiaan sendiri tidak dibackup (dibantu anggaran-red)" kata Bambang, Rabu (12/6/2019) petang.

Bambang mengatakan, saat itu Bakormas Banten mengajukan proposal kegiatan ke beberapa kementerian, namun karena tidak memenuhi syarat, sehingga tidak ada satupun proposal yang diterima.

"Waktu itu panitia tidak punya legal standing, jadi dibackup oleh proposal dari Kesultanan Banten untuk bantuan ke sana (kegiatan GBK). Jadi melihatnya ke Kesultanan Banten, makanya dibantu pendanaan," terangnya.

Bambang mengungkapkan, salah satu kementerian yang menolak proposal dari Bakormas Banten yaitu Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

BACA JUGA: Diduga Penipuan, Sultan Banten ke-18 Dipolisikan

"Kalau proposal atas nama panitia, sudah ditolak, bahkan ada penolakan juga dari kementerian yang lain. Puan Maharani (Menko PMK) itu salah satu yang menolak, karena tidak ada legal standingnya, makanya saya membackup itu," tuturnya.

Adapun terkait pemberian anggaran Rp100 juta ke panitia kegiatan, lanjut Bambang, itu hanya kebijaksanaan dari Kesultanan Banten yang ingin menyukseskan kegiatan tersebut.

Ia pun mengungkap, kegiatan tersebut diselenggarakan untuk meredam situasi politik saat itu yang sedang memanas menjelang Pilpres 2019.

"Ini kebijaksanaan Kesultanan saja, karena ini gebyar kebangsaan untuk meredam situasi Pemilu saat itu. Saya kepingin kondusif saja, makanya saya backup acara itu," tuturnya.

Ia pun menilai upaya pelaporan ke polisi oleh Bakormas Banten hanya untuk menjatuhkan dirinya yang kini menjadi orang nomor satu di Kesultanan Banten.

"Itu sebenarnya ‘digoreng’ saja itu, hanya ingin menjatuhkan saya aja, jadi berusaha mencari celah," katanya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Diancam Dipolisikan, Sultan Banten Jelaskan ‘Asal-usul’ Bantuan Rp200 Juta Dari Sekretariat Negara
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top