Minggu, 31 Mei 2020 |
News Room - News Community

Di-PHK Gegara Corona, Warga Kota Serang Tak Bisa Beli Susu untuk Anaknya

Sabtu, 04 Apr 2020 | 18:14 WIB Dibaca: 4075 Pengunjung

Relawan Milenial Banten Berbagi saat mendatangi kediaman Pinka di Kp. Kedaung, Ds. Cipete, kecamatan Curug, Kota Serang, Sabtu (4/4/2020)

SERANG, [NEWSmedia] - 'Semenjak ada corona (Covid-19), suami saya tidak bekerja, diliburkan dari pekerjaannya, sedangkan anak saya butuh susu, tidak tega rasanya bila air susu diganti dengan air putih'.

Pesan singkat itu tiba-tiba masuk ke WhatsApp Messenger salah seorang Relawan Milenial Banten Berbagi (MBB) pada Jumat (3/4/2020) malam.

Setelah ditanya, ternyata pesan itu dikirim oleh Pinka (20), ibu muda yang tinggal di Kampung Kedaung, Desa Cipete, Kecamatan Curug, Kota Serang.

Lantaran penasaran, relawan MBB kemudian bertanya lagi dan akhirnya Pinka bercerita bahwa sejak pandemi corona melanda beberapa wilayah di Indonesia, Kota Serang salah satunya, sang suami, Hasan (20) yang hanya seorang buruh konveksi di Depok, terpaksa harus dirumahkan oleh perusahaan.

Sementara di sisi lain, pasangan muda yang telah dikaruniai sang buah hati, Khalida yang masih berusia 4 bulan, membutuhkan susu tambahan selain ASI.

"Tadinya kerja di konveksi, terus diliburin karena virus corona, dari pada diliburin suami saya milih resign, jadi sekarang nganggur," kata Pinka sambil menggendong si buah hati di rumahnya, Sabtu (4/4/2020).

Kesulitan pasangan itu bertambah ketika sang buah hati dalam beberapa hari terakhir ini sedang kurang sehat atau mengalami sakit batuk dan pilek.

"Saya sementara ini tinggal sama orang tua, bayi saya umur empat bulan, kondisinya lagi sakit flu dan batuk," terang Pinka didampingi mertuanya, Casiah.

Sementara sang suami, Hasan (20) mengaku bahwa sejak dua bulan terakhir dirinya menganggur, bahkan telah mencoba mencari pekerjaan namun hasilnya nihil.

"Sejak dua bulan yang lalu, masih nganggur, udah nyari kerjaan, sudah coba ngelamar kemana-mana, ini juga lagi usaha untuk jualan kopi dan es, paling tiga hari," jelasnya.

Relawan MBB yang terjun ke lokasi dan memberikan bantuan, Ahmad Hipni mengaku perihatin dengan kondisi tersebut, bahkan menurutnya jika pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat dalam situasi saat ini, kepiluan itu tidak akan terjadi.

"Sebenarnya kita juga faham bahwa kita semua terdampak dari virus corona ini, tapi ada yang lebih dari kita," kata pria yang dibiasa dipanggil Ahi ini.

Melihat kondisi itu, Ahi yang juga perwakilan dari Komunitas NU Backpacker Banten meminta kepada para dermawan agar saling banhu-membahu, membantu saudara-saudara yang secara ekonomi terkena dampak virus corona tersebut.

"Kami mengetuk para pintu dermawan untuk saling berbagi, saling membantu, bersama-sama meringankan beban saudara-saudara kita yang secara ekonomi terdampak wabah virus corona ini," pungkasnya.

Koordinator Umum MBB Maskur mengatakan, donasi yang dilakukan MBB sebagai bentuk keprihatinan dan solidaritas untuk sesama. Wabah corona tidak hanya berdampak secara medis, akan tetapi ekonomi dan psikologi sosial.

“Kita coba turun tanyan untuk sedikit meringankan saja. Harapannya pemerintah yang punya sumber daya lengkap bisa cepat melihat situasi ini,” katanya.

Pegiat Journalit Lecture ini mengatakan, donasi dan pendistribusian bantuan akan terus dilakukan sampai kondisi membaik. Bantuan dapat disalurkan melalui melalui transfer via BRI, atas nama: Ahmad Hipni (No.Rek: 4847-01-015580-530). Atau dapat dijemput pangsung di rumah para dermawan oleh tim Milenial Banten Berbagi. red]

Penulis: Red
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Di-PHK Gegara Corona, Warga Kota Serang Tak Bisa Beli Susu untuk Anaknya

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top