Kamis, 16 Juli 2020 |
News Room

Di Muktamar Al-Khairiyah, Jokowi Salah Sebut Panimbang Jadi Patimbang

Sabtu, 22 Okt 2016 | 20:48 WIB Dibaca: 2430 Pengunjung

Presiden Jokowi diwawancara usai menghadiri agenda Muktamar ke-9 Al-Khairiyah di Kota Cilegon, Sabtu (22/10/2016).*

CILEGON, [NEWSmedia] - Presiden Joko Widodo terus menyosialiasikan program-program pemerintah dalam setiap kunjungannya ke daerah. Tak terkecuali saat menghadiri Muktamar ke-9 Alkhairiyah di Kampus Al-Khaiiyah, Citangkil, Cilegon, Sabtu (22/10/2016).

Pada kesempatan tersebut, Jokowi mengungkapkan pihaknya terus konsisten untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, termasuk di Provinsi Banten.

“Di Banten ini, untuk jalan tol misalnya, pemerintah tengah menggenjot pembangunan jalan tol Serang-Patimbang," kata Jokowi saat memberikan pidato sambutan.

Namun ternyata Muktamirin Al-Khairiyah mendengar bahwa Jokowi salah menyebut Panimbang menjadi Patimbang.

Kontan para muktamirin pun berteriak mengoreksi ucapan Jokowi yang salah menyebut nama daerah di Kabupaten Pandeglang itu.

"Ya udah pokoknya itu. Emang presiden tidak boleh salah," kilah Jokowi sambil bercanda.

Jokowi pun menceritakan bahwa dirinya memang sering salah menyebutkan  nama-nama daerah. Hal itu mengingat ada sekitar 560 kabupaten/kota di Indonesia.

"Waktu kemarin di Yahukimo juga saya salah nyebut. Saya bilang Yakuhimo, ya langsung pada teriak, hehehe," ucap Jokowi, sambil tertawa kecil.

Kehadiran Jokowi dalan rangkaian acara Muktamar ke-9 Al-Khairiyah di Kota Cilegon, juga bertepatan dengan acara presiden membuka Pekan Olahraga Santri dan Seni antar Pondok Pesantren Nasional (Pospenas) VII Tahun 2016 yang digelar di Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang pada Sabtu (22/10/2016) malam.

Hari ini juga bertepatan dengan penetapan Hari Santri Nasional 2016 yang akan diperingat setiap 22 Oktober.

Presiden Jokowi tiba di Kampus Al-Khairiyah, Citangkil, Kota Cilegon, sekitar pukul 16.00 WIB dengan mengenakan batik biru dengan sedikit campuran warna cokelat.

Kehadiran Jokowi disambut meriah oleh warga Kota Cilegon yang menunggu sejak siang.

Dalam kesempatan itu, Jokowi mengatakan, sejak awal berdiri hingga saat ini, Al-Khairiyah tetap dekat dengan misi awal dari Brigjen KH Syam'un.

"Mulai dari ponpes, madrasah sampai perguruan tinggi, Al-Khairiyah terus berjuang mengembangkan pendidikan Islam dan melahirkan putra-putri Indonesia yang cerdas dan berdaya saing," kata Jokowi saat di hadapan keluarga besar Al-Khairiyah.

Ia juga menekankan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang dicetak oleh Al-Khairiyah untuk terus dikembangkan.

"Karena kalau kita lihat tantangan yang kita hadapi di masa yang akan datang, bukan hanya masalah kepandaian, tapi juga karakter, integritas, kejujuran dan akhlak. Yang kita butuhkan adalah orang-orang yang berakhlakul karimah," ucap Jokowi.

Ia pun menyampaikan terima kasih dengan adanya Al-Khairiyah, karena organisasi tersebut telah melahirkan putra-putri terbaik bagi Indonesia.

"Atas nama pemerintah, kami berterima kasih karena telah melahirkan putra lutri terbaik lewat madrasah dan perguruan tinggi, insan yang islami, berintegritas dan mempunyai kejujuran," ujarnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Newsmedia
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Di Muktamar Al-Khairiyah, Jokowi Salah Sebut Panimbang Jadi Patimbang

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top