Rabu, 02 Desember 2020 |
News Room

Derita Warga Kota Serang di Tengah Corona: Saya Puasa Hampir Seminggu

Jumat, 03 Apr 2020 | 19:45 WIB Dibaca: 5195 Pengunjung

Yuyun Cahyaningsih saat ditemui di rumahnya di Kota Serang, Jumat (3/4/2020).

SERANG, [NEWSmedia] - Yuyun Cahyaningsih (37) l, warga RT 05 RW 08, Kelurahan Penncangan Baru, Kecamatan Cipocok, Kota Serang mengaku sudah empat hari menahan lapar lantaran tidak bisa mencari nafkah bagi keluarganya.

Sang suami, yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh harian lepas, sedang meringkuk sakit dan tidak bisa membiayai kehidupan istri dan dua orang anaknya.

Yuyun sehari-hari bekerja sebagai buruh setrika dan penjual makanan ringan dari kampung ke kampung.

Sementara kedua anaknya, yang paling besar duduk dibangku kelas enam Sekolah Dasar (SD) terpaksa puasa sejak Senin, 30 Maret 2020 hingga kemarin, Kamis 02 Maret 2020. Bahkan beras pun tak ada dirumah mereka.

"Jadi saya enggak punya pemasukan gara-gara Corona ini. Kan enggak boleh keluar, jadi orang-orang ngegosok sendiri. Anak saya seminggu puasa, Senin sampai Kamis," kata Yuyun Cahyaningsih, saat ditemui dikediamannya oleh Relawan Banten Melawan Corona (RBMC) di kediamannya, Jumat (03/04/2020).

Rumah yang ditempati oleh keluarga Yuyun merupakan warisan dari kakek dan nenek suaminya yang ditempati turun menurun.

Kesulitan Yuyun bertambah ketika kedua anaknya harus belajar di rumah lantaran tidak memiliki smartphone, beruntung wali kelasnya berbaik hati dan memberikan handphone untuk belajar dirumah.

Yuyun bercerita, dia sempat berkeluh kesah kepada seorang pegawai yang diakuinya sebagai seorang staff Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH).

Dia bercerita kalau tidak memiliki beras dan persediaan lainnya. Oleh orang tersebut, Yuyun kemudian disuruh menghubungi RBMC.

"Informasinya ya dari saudara yang kerja jadi anak buahnya gubernur. Saya ngeluh enggak punya beras, gosokan baju saya sepi. Kemarin saya bingung, terus disuruh kontak Untirta (RBMC) peduli. Kepepet, saking kepepetnya, malu sebeneyrnya mah," terangnya.

Koordinator RBMC sekaligus akademisi di Untirta Banten, Hendra Leo Munggaran, yang ikut memberikan bantuan mengatakan kalau pemberian tersebut berasal dari para donatur dan relawan yang bukan hanya berasal dari wilayah Banten saja. Baik individu maupun institusi, bisa ikut meringankan beban masyarakat ekonomi lemah bersama RBMC yang poskonya berada di Kampus Untirta Kota Serang.

"Ini sebagai salah satu bentuk kita membantu masyarakat Banten. Semua element harus bahu membahu menyelesaikan persoalan bangsa kita ini. Semoga kita semua bisa melewati masa krisis ini," kata Leo. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Derita Warga Kota Serang di Tengah Corona: Saya Puasa Hampir Seminggu

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top