Kamis, 17 Oktober 2019 |
News Room - Pemerintahan

Denda Hingga Menyanyi Diberlakukan Bagi ASN Tidak Disiplin di Pemprov Banten

Senin, 03 Jul 2017 | 14:28 WIB Dibaca: 469 Pengunjung

Rapat perdana pasca libur lebaran di Aula Bappeda, KP3 Banten, Senin (3/7/2017).

SERANG, [NEWSmedia] - Gubernur Banten, Wahidin Halim menegaskan, akan memberikan sanksi kepada aparatur sipil negara (ASN) yang tidak disiplin saat menghadiri rapat bulanan yang rencananya akan dibuat rutin setiap tiga bulan sekali. Hal itu disampaikan Gubernur disela-sela rapat perdana pasca libur lebaran di Aula Bappeda, KP3 Banten, Senin (3/7/2017).

Dalam rapat Perdana usai libur Idul Fitri tersebut, forum menyepakati akan adanya sanksi bagi aparatur yang handphone nya berbunyi saat rapat.

"Hp bunyi ada denda Rp50.000, Kabid Rp100.000, Kepala OPD dan Sekda Rp150.000," kata Wahidin Halim saat memberikan arahan.

Selain sanksi aktivasi handphone saat rapat, pada rapat itu juga, forum menyepakati sanksi bagi kesalahan lain seperti datang terlambat dan tertidur saat rapat.

"Yang terlambat hukumnya nyanyi atau bilang 'saya mohon maaf' dan bilang 'ampun' sambil sujud, kalau yang tertidur, tingkat kesalahannya besar, kita akan pertimbangkan," jelasnya.

Menurut WH, Rapat konsolidasi yang seperti ini dilaksankan, merupakan bagian penting untuk kesuksesan keterlaksanaan program-program kerja Pemerintah Provinsi Banten.

"Kegiatan tidak bisa terlaksana jika tidak ada koordinasi dengan antar OPD," terangnya.

Ia juga berharap jajaran SKPD bisa bekerja dengan serius dan tidak menyepelekan rapat bulanan yang telah disepakati.

"Saya berharap rapat ini tidak disikapi dengan main-main dan disepelekan dan kehadiran Kabid, Kadis dan Sekda sangat diperlukan dan Gubernur bisa langsung memberikan arahan dan Kebijakan yang bisa diambil saat itu juga," pungkasnya. [Ahi]

Penulis: Ahi
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Denda Hingga Menyanyi Diberlakukan Bagi ASN Tidak Disiplin di Pemprov Banten
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top