Minggu, 31 Mei 2020 |
News Room

Demo Tolak Omnibus Law, Empat Buruh Tangerang Jadi Tersangka

Jumat, 06 Mar 2020 | 13:16 WIB Dibaca: 241 Pengunjung

Foto ilustrasi.*

[NEWSmedia] - Polresta Tangerang menetapkan empat orang buruh sebagai tersangka kasus pengeroyokan dalam unjuk rasa menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja di wilayah Kabupaten Tangerang, Banten.

Kapolresta Tangerang Komisaris Besar Ade Ary Syam Indradi menyebutkan bahwa keempat tersangka itu berinisial IHS, MSA, JM alias Loreng, dan JS.

"Melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus tersebut," kata Ade.

"[Ditetapkan] empat orang tersangka," tambah dia.

Lihat juga: Demo Omnibus Law, 9 Mahasiswa Tanpa Jas Almamamater Diamankan
Ade menerangkan kasus ini bermula saat buruh menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung PT IKAD. Massa pun meminta agar karyawan dari perusahaan itu menghentikan produksi dan ikut menggelar soladiritas aksi massa dengan turun ke jalan.

"Perwakilan dari PT IKAD menolak seruan ajakan tersebut dengan alasan mesin produksi tidak dapat di nonaktifkan secara mendadak," jelasnya.

Para tersangka, kata dia, diduga melakukan pemukulan secara bersama-sama terhadap salah satu perwakilan dari perusahaan yang didemo oleh massa. Hal itu mengakibatkan korban mengalami luka-luka memar di bagian wajah dan mulut.

"Melemparkan plang besi parkir dan mendorong-dorong gerbang perusahaan PT IKAD," imbuhnya.

Selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Kota Tangerang pada 3 Maret.

Polisi kemudian menetapkan empat orang itu sebagai tersangka pasal 170 KUHP dan/atau 160 KUHP dan menahan mereka sejak Kamis (5/2).

Diketahui, massa Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) hendak berunjuk rasa menentang Omnibus Law Ciptaker. Saat hendak menuju salah satu titik kumpul di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, massa mengajak buruh PT. Industri Keramik Angsa Daya (IKAD) ikut demo. Saat dialog berlangsung, aksi saling dorong dan saling pukul terjadi.

Sebelumnya, polisi sempat mengamankan sembilan mahasiswa dalam demo menolak Omnibus Law di depan gedung DPR, Rabu (4/3). Polisi beralasan pihak yang diamankan tak memakai jas alamamater.

Terpisah, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyebut seluruh elemen buruh akan melakukan aksi besar-besaran saat DPR menggelar rapat paripurna, pada 23 atau 24 Maret.

KSPI dan buruh Indonesia tetap menolak omnibus law, dan akan melakukan aksi di Gedung DPR RI saat rapat paripurna nanti," ujar dia, di Jakarta, Kamis (5/3).

Ia mengklaim demo ini akan dihadiri oleh lebih dari 50.000 buruh dari berbagai federasi buruh. Diantaranya adalah Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek) yang juga berafiliasi dengan KSPI, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Serikat Pekerja Nasional (SPN), dan 50 federasi lainnya.

"Ada 50 federasi buruh yang tergabung dalam MPBI Reborn yang nanti akan ikut aksi," ucapnya.

Omnibus law Cipta Kerja (Ciptaker) merupakan usulan dari pemerintahan Joko Widodo. Tujuannya, memangkas dan menyederhakanan peraturan guna menarik investasi. Namun, perundangan ini dinilai mengabaikan hak-hak pekerja, meminggirkan masyarakat adat, mengkriminalisasi pers. [cnn]

Editor: Newsmedia
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Demo Tolak Omnibus Law, Empat Buruh Tangerang Jadi Tersangka
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top