Senin, 10 Agustus 2020 |
News Room

Demi Uang Receh, Bocah Ini Nekat Pertaruhkan Nyawa Jaga Perlintasan Kereta Api 

Jumat, 17 Mar 2017 | 19:17 WIB Dibaca: 1226 Pengunjung

Fadilah menjaga perlintasan kereta api tanpa palang pintu di lingkungan PGRI, Kelurahan Kasemen, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Jumat (17/3/2017).

SERANG, [NEWSmedia] – Demi mendapatkan uang receh dari pengendara yang melewati perlintasan kereta api, seorang anak sekolah dasar rela mempertaruhkan nyawanya untuk menjaga perlintasan kereta api yang tidak mempunyai palang pintu di lingkungan PGRI, Kelurahan Kasemen, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

Perlintasan yang ramai dilintasi pengendara kendaraan bermotor tersebut, hanya dilengkapi oleh sebuah palang kayu yang dibuat masyarakat sekitar, dan penjaganya juga sukarelawan.

Fadilah (9) anak SD yang baru duduk di kelas dua SDN Kasemen ini, mengaku sudah dua minggu menjadi penjaga perlintasan kereta api.

Dalam sehari, Fadilah bisa memperoleh uang sekitar Rp50 ribu dari hasil mengatur kendaraan yang melintasi perlintasan kereta api itu.

”Paling banyak mendapatkan 50 ribu rupiah sehari, tapi kadang juga dapat 30 ribu, atau 40 ribu rupiah. Lumayan lah buat nambah uang jajan sekolah,” ujar Fadhilah disela-sela aktifitasnya menjaga perlintasan kereta api, Jumat (17/3/2017).

Biasanya, lanjut Fadilah, para pengendara memberikan uang bervariasi, ada yang memberi dua ribu sampai lima ribu rupiah. Diakuinya, ia menjalani pekerjaan tersebut karena ikut-ikutan teman sebayanya yang bergantian menjaga dan mengatur kendaraan yang melintas. 

“Saya tidak sendiri bang, kadang gantian sama teman saya yang lain. Saya dan teman lainya mulai jaga dari pulang sekolah sampai sore, kadang sampe malem juga,” ucapnya.

Selama menjalani profesi dadakan tersebut, kedua orang tua Fadilah mengetahui jika ia menjalani profesi tersebut. 

”Orang tua saya juga tahu bang, tapi biasa aja ibu bapak saya mah. Senang aja bang, saya gak takut kalau ada kereta. Kan tinggal menjauh dari kereta lewat. Dari kejauhan udah kelihatan keretanya,” ujarnya.

Sementara itu Sugiarto warga sekitar mengatakan kegiatan anak-anak menjaga perlintasan kereta api tersebut sudah biasa. 

“Sebelumnya ada petugas orang dewasa yang jaga kereta. Tapi kalau siang mah pulang.  Makanya anak-anak tersebut ikut menjaga nya. Meskipun bahaya, anak-anak tersebut tetap nekat aja. Sebelumnya juga warga menegurnya tapi susah nama nya anak-anak. Ditegur balik lagi,” ucapnya. [Rbc]

Penulis: Rbc
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Demi Uang Receh, Bocah Ini Nekat Pertaruhkan Nyawa Jaga Perlintasan Kereta Api 

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top