Senin, 06 April 2020 |
News Room

Pengamat: Debat Kandidat Calon Gubernur Banten Kurang Eksploratif

Kamis, 29 Des 2016 | 14:00 WIB Dibaca: 1268 Pengunjung

Leo Agustino.*

SERANG, [NEWSmedia] - Debat publik putaran pertama yang mempertemukan dua pasangan Calon Gubernur Banten Wahidin Halim-Andika Hazrumy dan Rano Karno-Embay Mulya Syarief di Metro TV berjalan normatif. Demikian disampaikan oleh pengamat politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang, Leo Agustino, kamis (29/12/2016).

“Debat tadi malam saya nilai kurang tajam dari apa yang saya harapkan, pertanyaan tim pakar terkait wewenang gubernur juga sedikit keliru, salah satunya pertanyaan tentang KTP yang terlalu jauh dengan wewenang gubernur," kata Leo di Kampus Untirta.

Walau demikian, kata Leo, debat tersebut bisa menjadi sarana komunikasi politik antar pasangan calon dengan warga Banten, lantaran masih banyak masyarakat Banten yang belum sempat dikunjungi oleh para kandidat tersebut pada masa kampanye.

"Debat itu juga bisa dimanfaatkan oleh para pemilih untuk lebih memahami visi misi dan program yang ditawarkan pasangan calon yang tengah bersaing," katanya.

Leo juga mengoreksi tim pakar yang menjadi moderator di acara debat publik tersebut, agar diberi kesempatan lebih untuk bisa mengeksplor pertanyaan mereka, sehingga audiens dan masyarakat bisa mengetahui strategi, solusi dan upaya yang akan dilakukan oleh kedua pasangan calon.

"Pendalaman pertanyaan mengenai satu isu atau kasus yang spesifik tidak saya temukan semalam sehingga jawaban Paslon sangat normatif," terangnya.

Ia menjelaskan, seharusnya debat pada putaran pertama tersebut, bisa lebih menarik jika tim pakar diberikan keleluasaan untuk mengeksplorasi pertanyaan mereka ke dalam pertanyaan turunan yang lebih spesifik. 

“Paham Mencari jalan keluar dan solusi yang tengah terjadi di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Dosen Administrasi Negara di FISIP Untirta tersebut juga menyoroti saling sindir yang terjadi dalam debat tersebut, yakni tentang kasus korupsi Bank Banten dan asset daerah. Sementara, pada debat putaran kedua, tema yang akan di angkatnya juga berbeda.

“Tapi kalau pun hal tersebut diangkat kembali, maka itulah yang harus diselesaikan oleh Gubernur terpilih, misalnya masalah aset, ini kan yang membuat disclaimer yang selama ini terjadi,” pungkasnya. [Ahi/03]

Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Pengamat: Debat Kandidat Calon Gubernur Banten Kurang Eksploratif
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top