Selasa, 13 April 2021 |
News Room

Datangi KPK, Mahasiswa Banten Minta Agus Rahardjo Terbuka Soal Cagub Terlibat Korupsi

Selasa, 20 Des 2016 | 07:25 WIB Dibaca: 1192 Pengunjung

Mahasiswa Banten di ruang pelayanan informasi publik di kantor KPK Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Pusat, Senin (19/12/2016).*

JAKARTA, [NEWSmedia] - Koalisi Mahasiswa Banten (KMB) mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Pusat, Senin (19/12/2016). Mereka meminta lembaga antirasuah tersebut tegas dan membuka nama Calon Gubernur Banten yang terindikasi kasus korupsi.

Koalisi Mahasiswa Banten yang terdiri dari perwakilan mahasiwa perguruan tinggi di Provinsi Banten seperti Unis, Unsera, UIN, UMT, Unbaja, STISSIF Yuppentek itu, mendesak Pimpinan KPK untuk menjalankan amanah melakukan pemberantasan korupsi secara profesional.

“Ketua KPK Agus Rahardjo harus mempertanggungjawabkan pernyataannya, untuk segera mengumumkan secara terbuka, siapa calon Gubernur Banten 2017 yang terindikasi korupsi,” kata Juru Bicara Koalisi Mahasiswa Banten Fauzi saat dikonfirmasi NEWSmedia, Senin (19/12/2016) malam.

Berita terkait: Tokoh Ulama Banten Minta Cagub yang Dibidik KPK Diungkap Sebelum Pilkada

Fauzi meminta KPK mengungkap kasus  korupsi yang diduga melibatkan salah satu calon Gubernur Banten. “Berdasarkan proses pemeriksaan saksi-saksi yang dilakukan KPK dengan fakta-fakta hukum yang ada, kalau dibuka menjadi terang berderang bagi publik di Banten,” ujarnya.

Menurut Fauzi, tahapan Pilgub Banten 2017 sudah berjalan. Kini para calon sedang melakukan kampanye, di mana janji-janji mulai ditebar oleh dua pasangan calon.

“Tim sukses sudah mulai merayu pemilih. Gambar-gambar calon sudah mulai masuk setiap pelosok. Jangan sampai ketika setelah proses pilgub sudah dilaksanakan, KPK baru mengumumkan nama Cagub Banten yang tersandung korupsi. Kan kasihan rakyat Banten memilih calon yang salah,” tutur Fauzi.

Ia berharap, pesta demokrasi 5 tahunan ini dapat berlangsung secara jujur, adil, dan bersih, sehingga akan menghasilkan pemimpin bersih dan bebas korupsi. Fauzi mengungkapkan, masyarakat dihadapkan pada dua pilihan pasangan calon di Pilkada Banten 2017, yakni Wahidin Halim dan Andika Hazrumy sebagai pasangan nomor urut 1, serta Rano Karno dan Embay Mulya Syarief sebagai pasangan nomor urut 2.

“KPK harus dapat berbuat adil, obyektif dan tidak diskriminatif dengan menunda-nunda pengumuman nama calon gubernur yang terindikasi korupsi,” pinta Fauzi.

Ia menegaskan, pimpinan KPK harus memahami suasana batin masyarakat Banten yang mendambakan pemimpin bersih dan antikorupsi. “Jangan sampai yang terpilih adalah sosok yang ternyata terlibat korupsi,” ucapnya.

Diketahui sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan ada kasus korupsi yang akan dibuka setelha Pilkada Banten 2017. Kasus tersebut, katanya, terkait dengan salah satu calon. [cep/pm]

Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Datangi KPK, Mahasiswa Banten Minta Agus Rahardjo Terbuka Soal Cagub Terlibat Korupsi
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top