Sabtu, 05 Desember 2020 |
News Room - Pemerintahan

Datang ke Cilegon, Menaker Ancam Perusahaan yang Lalai Bayar THR

Selasa, 23 Mei 2017 | 17:19 WIB Dibaca: 1139 Pengunjung

Menaker Hanif Dhakiri saat menghadiri peringatan hari lahir Al-Khairiyah ke-92 di Kota Cilegon, Selasa (23/5/2017).

CILEGON, [NEWSmedia] – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Republik Indonesia Muhammad Hanif Dhakiri meminta kepada seluruh perusahaan dan pelaku usaha agar mematuhi Peraturan Menteri (Permen) dan membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawannya paling lambat tujuh hari sebelum Lebaran Idul Fitri.

Peraturan yang dimaksud adalah Permen Ketenagakerjaan No. 6/2016 tentang Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan bagi pekerja atau buruh di perusahaan.

“THR harus diberikan tujuh hari menjelang hari raya keagamaan,” ujar Menaker Hanif Dhakiri saat menghadiri peringatan hari lahir Al-Khairiyah ke-92 di Kota Cilegon, Selasa (23/5/2017).

Dia mengancam akan memberi sanksi tegas bagi perusahaan dan pelaku usaha yang tidak menjalankan aturan tersebut.

“Kita akan memberikan sanksi mulai dari administrasi hingga denda sebesar 5 persen, jika tidak membayarkan THR kepada karyawannya,” ujarnya.

Kata Hanif, sebelumnya sudah ada beberapa perusahaan yang telah menerima sanksi tersebut lantaran tidak memberikan hak pekerja mengenai THR keagamaan. Untuk itu, pihaknya akan membuat posko pengaduan. Posko itu nantinya akan ditempatkan di setiap Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) di Provinsi maupun kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

“THR ini merupakan hak buruh dan pekerja, kita akan buat posko THR-nya, baik di pusat maupun daerah-daerah seperti kabupaten dan kota,” tuturnya. [Red]

Penulis: Red
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Datang ke Cilegon, Menaker Ancam Perusahaan yang Lalai Bayar THR
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top