Jumat, 22 September 2017 |
News Room - Hukum

Dana Desa Dikorupsi, Polres Serang Lakukan Penyelidikan

Jumat, 11 Agt 2017 | 21:11 WIB Dibaca: 263 Pengunjung

ilustrasi.*

SERANG, [NEWSmedia] – Dugaan tindak pidana korupsi pada penggunaan dana desa di Desa Binangun, Kecamatan Waringin Kurung, Kabupaten Serang mulai disidik oleh pihak Kepolisian Resort Serang. Dana desa yang diduga dikorupsi tersebut disinyalir merugikan negara senilai Rp136 juta.

Wakapolres Serang Kota Kompol Tidar Wulung Dhono menjelaskan, dugaan tindak pidana korupsi pada penggunaan dana desa, bagi hasil pajak daerah dan bagi hasil retribusi daerah di desa tersebut terjadi selama tahun anggaran 2015 dan 2016.

“Barang bukti sudah kita amankan," ujar Tidar di Mapolres Serang, Jumat (11/8/2017).

Barang bukti tersebut berupa dua bundel foto copy dokumen Perdes ABPDes tahun anggaran 2015 dan 2016, dua bundel foto copy laporan bidang penyelenggaraan pemerintah desa tahun anggaran 2015 dan 2016, dua bundel laporan bidang pembangunan desa tahun anggaran 2015 dan 2016, dua bundel foto copy laporan pertanggun jawaban realisasi tahun anggaran 2015 dan 2016, foto copy dokumen SPP, SPM dan SP2D dari BPKAD Kabupaten Serang realisasi anggaran tahun anggaran 2015 dan 2016, terakhir foto copy SK pengangkatan kepala desa Binagun periode 2011-2017 atas nama Sulaeman.

"Modus operandi tindak pidana tersebut, pada pengelolaan dana desa, ADD, BHPD, dan BHRD Desa Binangun tahun anggaran 2016 terdapat belanja yang tidak direalisasikan sesuai dengan SPJ dan LRA namun dilaporkan telah dilaksanakan," paparnya.

Dalam laporan, belanja fisiknya yaitu pada tahun 2015 terdapat item pekerjaan pengadaan peralatan kantor sebesar Rp68 juta lebih dan telah dipertanggunjawabkan 100 persen namun realisasinya terdapat beberapa item barang yang tidak diadakan senilai Rp46 juta lebih alias fiktif.

Kegiatan selanjutnya, pada tahun anggaran 2016, desan Binangun menganggarkan kegiatan pembangunan fisik sebanyak delapan item, dari delapan kegiatan pembangunan fisik tersebut dalam dokumen pertanggungjawaban dan laporan realisasi anggaran telah dilaksanakan seluruhnya tetapi realisasinya ada satu item pekerjaan pemasangan paving block di kampung Balagendong senilai Rp89 juta lebih yang tidak dilaksanakan alias fiktif.

“Fakta tersebut dikuatkan dengan adanya hasil audit dari inspektorat Kabupaten Serang yang dituangkan dalam LHP inspektorat Kabupaten Serang tertanggal 13 April 2017, sehingga menimbulkan kerugian negara dengan total kerugian Rp136 juta lebih,” papar Tidar.

Masih menurut Tidar, sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan telah meminta keterangan kepada 11 saksi. Sedangkan untuk tersangka sampai saat ini belum ditetapkan. 

“Sekarang masih tahap pemeriksaan,” pungkas Tidar. [Rbo]

Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Dana Desa Dikorupsi, Polres Serang Lakukan Penyelidikan
Top