Sabtu, 24 Oktober 2020 |
Pariwisata

Curug Dengdeng, Wisata Alami Nan Asri di Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon

Sabtu, 04 Jul 2020 | 14:53 WIB Dibaca: 1920 Pengunjung

Wisata alami curug dengdeng di Kampung Ciletuk, Desa Mangkualam, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang.*

PANDEGLANG, [NEWSmedia] - Habitat Badak sudah familiar bagi kalangan masyarakat Banten. Bahkan, sangat identik dengan Taman Ujung Kulon, Pandeglang. Hewan bercula satu ini pun, menjadi maskot Kabupaten di ujung barat Pulau Jawa ini.

Namun, tak hanya badak yang melekat pada Pandeglang. Kabupaten bertajuk seribu kiai dan sejuta santri ini menyuguhkan panorama wisata alami nan eksotis.

Sebut saja, Curug Dengdeng, yang berlokasi di Kampung Ciletuk, Desa Mangkualam, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang.

Rasanya tak lengkap, jika berwisata ke Taman Nasional Ujung Kulon tak menyempatkan waktu untuk berkunjung ke tempat yang berjarak sekitar 20 km ini dari Kecamatan Sumur.

Selain menyuguhkan panorama eksotis, Curug Dengdeng pun masih sangat alami. Pepohonan yang rindang, bakal menjadi pelengkap jernihnya air terjun ini.

Tapi tenang saja, bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke Curug Dengdeng tak perlu khawatir bakal merogoh kocak dalam-dalam. Tiket untuk masuk ke objek wisata yang baru hits ini sangat murah. Pengunjung hanya dipatok tiket sebesar Rp15 ribu. Itu pun sudah dengan biaya parkir kendaraan bermotor.

Perjalanan dari Kota Serang menuju lokasi memang cukup melelahkan. Tapi, hamparan bebatuan di sungai dan gemuruh anginnya pegunungan Honje, membayar lunas rasa lelah perjalanan sekira tiga jam dari Ibu Kota Provinsi Banten.

Ica yang datang dari Kota Serang bersama kawan sebanyanya mengaku puas. Perjalanan panjang terasa terbayar lunas melihat kejernihan air dan rindangnya pohon yang melingkupi suasana Curug.

“Perjalanannya saja (dari Kota Serang-red) yang lumayan jauh. Tapi semuanya kebayar dengan suasana di sini. Airnya juga seger," kata Ica yang baru menyelesaikan studinya di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Cilegon.

Kesejukan Curug Dengdeng, sudah terasa sejak memasuki perkampungan warga. Suasana asri Gunung Honje turut menambah eloknya sejauh mata memandang. Apalagi, jika kaki kita masuk ke dalam aliran sungai Curug Dengdeng-nya. Lebih-lebih lagi terasa sejuknya.

Rasanya tidak salah memilih Curug Dengdeng untuk menghabiskan waktu libur. Suara-suara dari serangga yang ada menambah nikmat siang itu. Semua terasa alami dan jauh dari hiruk pikuk kebisingan kota. 

Lebih lengkap, menjulang bukit melingkup hamparan sawah petani setempat. Semuanya asri, dan berjajar rapi hingga menuju Sungai Ciletuk di ujung pematang sawah yang baru ditanami padi itu.

Tak terkecuali, tour leader yang bakal memandu para wisatawan. Mereka akan memberikan pilihan yang ada kepada wisatawan untuk berkeliling objek wisata. Mulai dari melintasi aliran sungai atau menjajal terjanya perbukitan yang ada.

Semua pilihan tergantung selera wisatan yang datang berkunjung. Jika memilih perbukitan, pemandangan hutan persawahan bakal memanjakan mata. Sementara, jika lintasan sungai yang dipilih, hamparan bebatuan sungai yang terdiri dari lava dengan struktur kekar kolom (kolumnar joint) bakal menguji adrenalin pengunjung.

Senada dengan pengakuan Ica, Rahayu Wandira pun merasakan kepuasan yang sama setelah datang ke Curug Dengdeng. Lebih-lebih, paska adanya imbauan dari pemerintah untuk tetap di rumah saja saar masa pandemic Covid-19.

"Kemarin kan sempat lockdown di rumah saja. Sekarang sudah lenggang, jadi saya keluar rumah (ke Curug Dengdeng-red). Tentu dengan protokol kesehatan," ucap Ayu di lokasi.

Selain sejuknya yang alami, gemuruh suara aliran air yang jatuh, membuat rasa nyaman tersendiri. Bahkan, bakal merasa betah berlama-lama di lokasi tersebut.

Ayu pun mengamini itu. Apalagi, perempuan asli Pandeglang ini, baru kali ini menjelajah hingga Taman Nasional Ujung Kulon. "Ternyata banyak potensi wisata di Pandeglang, Curugnya juga bikin adem,” cetusnya girang.

“Yang paling penting lagi, di perjalananya itu seru dan memicu adrenaline karena jalanya naik turun bukit, apalagi, ini baru pertama ke sini. Kerasa itu capeknya tapi seru dan asik," sambung perempuan penyuka kegiatan outdoor itu sembari bermain air yang tampak jernih itu.

Curug Dengdeng berada di aliran Sungai Citeluk. Hamparan memiliki struktur bebatuan yang terdiri dari lava. Sejenis struktur kekar kolom (kolumnar joint) dengan ketinggian kurang lebih 15 meter.

Pada bagian hilirnya terdapat air terjun dengan ketinggian kurang lebih lima meter. “Itu yang lebih dikenal dengan Curug Bedog," kata Asosiasi Pokdarwis Kabupaten Pandeglang, Hudan Zulkarnaen di sela memandu para pengunjung yang hadir. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Arif Darma
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Curug Dengdeng, Wisata Alami Nan Asri di Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top