Kamis, 17 Oktober 2019 |
News Room

China Protes Soal Laut Natuna Utara, Pengamat Yakin Jokowi tak Terpengaruh

Senin, 04 Sept 2017 | 10:10 WIB Dibaca: 476 Pengunjung

Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Teguh Santosa.*

JAKARTA, [NEWSmedia] - Keputusan pemerintah Indonesia yang mengubah penyebutan nama Laut China Selatan menjadi Laut Natuna Utara, diprotes oleh Republik Rakyat China (RRC). Pada 25 Agustus 2017, Kementerian Luar Negeri RRC di Beijing mengirimkan surat ke Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia di Jakarta, meminta Indonesia membatalkan penamaan Laut Natuna Utara yang telah diumumkan pertengahan Juli lalu.

Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Teguh Santosa, mengatakan wajar apabila China mengajukan protes karena kehilangan privilege atau keistimewaan yang mereka dapat selama ini dari penggunaan nama Laut China Selatan. 

Istilah Laut China Selatan yang selama ini digunakan hingga ke wilayah perairan utara Indonesia, kata Teguh, telah menguntungkan negeri Tiongkok dalam banyak hal. Salah satunya yang tidak disadari yaitu, adanya anggapan yang meluas di tengah masyarakat internasional, bahwa RRC memiliki pengaruh dan mendominasi, bahkan berdaulat atas semua wilayah perairan di kawasan ini.

"Padahal, wilayah perairan China hanya sampai pada batas-batas laut teritorinya yang diakui hukum internasional. Di sisi lain Indonesia juga memiliki wilayah laut teritori sendiri, dan karenanya punya hak untuk memberikan nama pada wilayah laut Indonesia," ujar Teguh Santosa. 

Lebih jauh dia mengatakan bahwa penggunaan nama Laut Natuna Utara diperlukan untuk kepastian hukum internasional, dan dibutuhkan untuk jangka panjang, demi menjaga keamanan dan stabilitas kawasan. 

"Saya sudah pernah sampaikan, keputusan Indonesia ini adalah ekspresi dari komitmen kuat Indonesia membina keamanan dan stabilitas kawasan. Wajar apabila RRC protes. Tapi ini protes yang lucu," ucapnya.

Teguh pun mengungkapkan, bahwa penggunaan nama Laut Natuna Utara itu adalah penegasan akan kedaulatan negara. Dari sini, terlihat betapa Indonesia menghormati kedaulatan bangsa lain. 

Teguh pun meyakini, Presiden Joko Widodo dan Kementerian Koordinator Kemaritiman sejak era Rizal Ramli hingga Luhut Binsar Panjaitan telah mengkaji dengan sangat serius terkait perubahan nama tersebut. 

"Bagi Pak Jokowi, kemaritiman adalah isu sentral dan materi utama pembangunan nasional. Penamaan Laut Natuna Utara membangkitkan semangat dan menumbuhkan kepercayaan bahwa pemerintah memiliki strategi yang solid untuk menjaga kedaulatan dan di saat mengembangkan semua potensi kemaritiman. Saya yakin Pak Jokowi tidak akan gentar menghadapi tekanan China untuk urusan ini," ujar Teguh, yang merupakan pengajar studi konflik dan kawasan Asia Timur itu. [ard]

Editor: Arif Darma
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

China Protes Soal Laut Natuna Utara, Pengamat Yakin Jokowi tak Terpengaruh

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top