Kamis, 02 April 2020 |
News Room

Cerita Wali Siswa Kota Serang yang Menjadi Pengibar Bendera di Istana

Kamis, 16 Agt 2018 | 14:23 WIB Dibaca: 613 Pengunjung

Sani, orang tua M Ari melihatkan hasil prestasi anaknya, M Ari Setiawan.*

SERANG, [NEWSmedia] - Sani, warga Kamboja RT 03/04 Kelurahan Cipocok, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, harus berjuang sekuat tenaga membiayai ketujuh anaknya untuk melanjutkan ke dunia pendidikan yang lebih tinggi.

Kegigihan sang Ibu membuat M Ari Setiawan, anak ketujuhnya, menorehkan prestasi di sekolahnya hingga berkesempatan menjadi salah satu pasukan pengibar bendera di istana negara pada 17 Agustus 2018.

Sani, orang tua dari M Ari Setiawan yang menjadi salah satu siswa perwakilan Provinsi Banten yang menjadi Paskibraka di Istana Negara mengatakan bersyukur kepada anaknya atas prestasi tersebut, bahkan dirinya juga berharap anaknya itu bisa menggapai cita-citanya untuk masuk ke Akademi Kepolisian (Akpol).

"Saya sebagai ibu hanya mengucapkan terima kasih banyak, anak saya diberi kesempatan untuk mengibarkan bendera di istana negara pada 17 Agustus dan saya juga berharap anak saya cita-citanya tercapai sebagai Akpol sejak kecil dia cita-cita sebagai Akpol," kata Sani temui di kediamanya, Kamis (16/8/2018).

Sani yang usianya sudah memasuki 52 tahun, masih dengan gigih berjualan es di depan SDN Cipocok, Kota Serang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari juga mencukupi kebutuhan sekolah anaknya tersebut.

SDN Cipocok merupakan tempat M Ari Setiawan mengenyam pendidikan dasar, hingga akhirnya Ari lulus dan diterima di SMAN 6 Kota Serang.

Walau demikian, Sani yang sudah 4 tahun lalu ditinggalkan sang suami, mengaku merasa bangga dengan prestasi yang ditorehkan oleh Ari Setiawan, bahkan anak bungsunya itu di mata keluarga terbilang pendiam dan tidak banyak bercerita.

"Kalau ia ikuti lomba dan menjadi juara, keluarga tidak ada yang tahu, saya aja seorang ibu tahunya pas saat bersihin kamar anak saya yang banyak medali perolehan perlombaan, seperti gulat, lempar lembing, atletik, serta baris berbaris," jelasnya.

M Ari jadi anak yang mandiri dan jarang bercerita kepada keluarga semenjak 4 tahun lalu ditinggal sang ayah tercinta meninggal dunia.

"Kalau di rumah tuh jarang bercerita karena fokus sekolah dan mengikuti ekstrakurikuler dan tidak mau keluarga merasa cemas mungkundan khawatir akan biaya yang ada di sekolahnya," pungkasnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Cerita Wali Siswa Kota Serang yang Menjadi Pengibar Bendera di Istana
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top