Jumat, 30 Oktober 2020 |
News Room - Kesehatan

Cerita Perempuan di Tangerang yang Terkena Penyakit Misterius

Jumat, 06 Jan 2017 | 18:30 WIB Dibaca: 1524 Pengunjung

Yun Dwi penderita penyakit misterius.*

TANGSEL, [NEWSmedia] - Ditemui di sebuah bedeng las di daerah Ciputat, Tangerang Selatan, seorang ibu dari tiga orang anak Yun Dwi (32) sedang terbaring lemas. Tubuh kurusnya tidak bisa sembarangan bergerak karena suatu penyakit misterius yang telah menggerogoti bertahun-tahun membuat seluruh tulang di tubuhnya rentan patah.

Semua bermula ketika Dwi alami insiden terjatuh di tahun 2007. Saat itu Dwi berpikir hanya mengalami keseleo saja pada kaki kanannya sehingga ia pun memilih untuk berobat ke tempat urut. Namun bukannya sembuh, lama-lama sakit yang ada justru malah semakin menjadi.

"Waktu itu ada panggilan kerja, aku nyari seragam ke rumah teman pagi-pagi terus kepeleset. Sempat jalan beberapa tahun ke tempat urut tapi terus masih nyeri sampai akhirnya pakai tongkat," ujar Dwi, Rabu (4/1/2017).

Pada akhirnya Dwi yang dulu sempat bekerja sebagai cleaning service di antar keluarga memeriksakan diri ke rumah sakit. Awalnya dokter mengira apa yang dialami Dwi adalah kanker namun pemeriksaan lebih jauh ternyata menunjukkan hasil negatif.

Beberapa kali Dwi harus bolak-balik ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk memperoleh diagnosa tapi dokter tetap belum bisa mengetahui identitas penyakit. Sampai kemudian karena ekonomi yang terbatas dan rasa lelah Dwi menghentikan kunjungannya ke rumah sakit.

Semakin hari tulang Dwi semakin rapuh sampai sekitar dua tahun yang lalu ia sama sekali tidak bisa bergerak. Tulang-tulang di kaki kiri dan kanannya hancur sehingga sama sekali tak bisa digerakkan. Selain itu tulang panggul dan beberapa tulang tangan Dwi juga patah.

"Suami pernah mau angkat tangan saya terus dia tumpu taruh tangannya di tulang paha tahu-tahu bunyi kretak patah. Pernah ditabrak anak karena baru belajar diri patah juga. Nggak bisa digerakkin sama sekali, kalau bangku ini aja kesenggol kerasa sakit banget," ungkap Dwi yang kini tinggal hanya bersama tiga anaknya di bedeng.

"Suami ada di rumahnya, mungkin dia udah capai kali. Tiap pulang kerja dia ke sini sih ngasih uang jajan terus pulang lagi. Kerjanya dia sopir pribadi," lanjut Dwi menambahkan bahwa ia selama sakit sangat bergantung pada orang tua untuk kehidupan sehari-hari.

Mengetahui kondisi Dwi salah satu teman di masa sekolah, Ricka, berusaha menolong dengan melakukan penggalangan dana dan mendorongnya untuk kembali memeriksakan diri ke rumah sakit. Lewat bantuan dermawan kebutuhan seperti pampers dewasa dan makanan untuk anak-anak Dwi masih bisa terpenuhi, namun untuk biaya perawatan akan sangat bergantung dari tanggungan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

"Dulu waktu sekolah Dwi itu tinggi besar badannya bagus kaya polwan. Makanya saya kaget waktu tahu kondisi dia sekarang kaya gini," kata Ricka. [dth/03]

Editor: Indra Gunawan
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Cerita Perempuan di Tangerang yang Terkena Penyakit Misterius
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top