Minggu, 21 Oktober 2018 |
News Room - Pendidikan

Cerita Anak Difabel di Lebak yang Ditolak Masuk SMK

Kamis, 05 Jul 2018 | 13:59 WIB Dibaca: 293 Pengunjung

Penyandang Difabel di Kabupaten Lebak, Rofi Fardan (16) yang ditolak masuk SMK. [Merdeka]*

LEBAK, [NEWSmedia] - Seorang penyandang difabel di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak ditolak masuk ke sekolah kejuruan di daerah trsebut dengan alasan kuota sudah penuh.

Rofi Fardan (16) siswa asal SMP Negeri 1 Rangkasbitung, Kabupaten Lebak itu hanya bisa pasrah, pasalnya harapan untuk bisa melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi harus pupus lantaran tak ada sekolah yang mau menerimanya.

Padahal, sewaktu di bangku SMP, anak dari pasangan Sutisna dan Gita itu dikenal sebagai siswa yang berprestasi. Bahkan, ia menjuarai berbagai perlombaan dengan menggunakan kursi roda. Tak hanya itu, Rofi juga dikenal sebagai anak yang rajin dan pintar sehingga sering menjadi juara kelas.

Setelah lulus SMP, Rofi berniat melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi, kemudian mendaftar ke beberapa SMK Negeri di Rangkasbitung. Namun tanpa alasan yang jelas, dirinya tidak diterima di sekolah tersebut.

Terakhir, Rofi mendaftar di SMK PGRI Rangkasbitung, namun upaya terakhirnya itu pun kandas setelah sekolah tersebut lagi-lagi menolaknya. 

“Pertamanya kan ke SMK 2, tapi karena pendaftarannya katanya salah jadi tidak diterima. Selanjutnya disuruh ke SMK PGRI. Tapi di sana juga ditolak. Padahal saya pengen sekolah lah, di mana saja yang penting bisa sekolah,” kata Rofi saat ditemui di rumahnya, Kamis (5/7/2018).

Rofi mengaku tidak tahu alasan SMK PGRI ikut-ikutan menolak dirinya bersekolah di tempat tersebut.

“Katanya saya masih bisa di SMK 2. Jadinya ditolak,” ucapnya.

Sementara itu, Petugas Bidang Kesiswaan SMK PGRI Rangkasbitung, Wardatul Zannah mengaku, pihaknya menolak Rofi, lantaran kuota sekolah sudah tidak mencukupi

“Bukannya kami menolak siswa, namun karena kami disesuaikan dengan kuota. Sementara kami hanya punya sembilan ruang kelas. Dan itu sudah penuh semua,” kata Warda. 

Slain itu, ia juga membantah jika Rofi ditolak karena kondisi disabilitas yang disandangnya.

“Tadi juga banyak orang tua siswa yang datang tapi kami tidak bisa terima karena kuota memang sudah penuh,” kata Wardatul.

Saat ini Rofi hanya bisa pasrah dengan kondisi yang dia alami. Ibunya yang bekerja sebagai buruh cuci dan sang ayah yang bekerja sebagai buruh serabutan, tak mampu menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta.

Saat ini Rofi hanya bisa berdiam diri di rumah dan terancam tidak bisa bersekolah untuk melanjutkan cita-citanya sebagai ahli komputer. [inews]

Editor: Ahmad Hifni
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Cerita Anak Difabel di Lebak yang Ditolak Masuk SMK

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top