Minggu, 20 September 2020 |
News Room - Banten Memilih

Cawagub Banten: Lahan Pertanian Diubah Jadi Permukiman Harus Disudahi

Rabu, 07 Des 2016 | 19:55 WIB Dibaca: 1901 Pengunjung

Calon Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy bersama petani di Sajira, Kabupaten Lebak, Selasa (6/12/2016).*

LEBAK, [NEWSmedia] - Semakin sempitnya lahan pertanian di Provinsi Banten yang disebabkan karena peralihan lahan menjadi permukiman, menjadi perhatian dari pasangan Calon Gubernur- Wakil Gubernur Banten nomor urut satu, Wahidin Halim-Andika Hazrumy.

“Lahan-lahan pertanian milik masyarakat harus dilindungi dan dipertahankan, sehingga tidak dijual ke  pengembang untuk dijadikan  komplek perumahan,” kata Calon Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy ketika menghadiri panen raya di Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Selasa (6/12/2016).

Andika mengatakan jika dirinya bersama Wahidin Halim diberi amanah memimpin Pemerintahan Provinsi Banten, tentu akan membangun iklim investasi yang kondusif, perizinan dipermudah.

“Namun, dalam konteks peralihan lahan pertanian menjadi permukiman, kita harus tegaskan untuk disudahi. Masih banyak lahan lain yang bisa dijadikan komplek perumahan,” kata Andika.

Menurut Andika, jika peralihan lahan persawahan atau pertanian menjadi permukiman terus terjadi, maka sumber penghasilan petani berkurang, dan produksi padi dan beras akan menurun. Dampak lanjutannya yakni terjadinya penurunan ketahanan pangan masyarakat Banten.

“Bagaimanapun, Banten juga dikenal sebagai pusat produksi padi dan beras. Karena itu, wilayah pertanian di Banten harus terus dijaga. Para petani harus terus diberdayakan. Kebijakan pemerintah harus benar-benar pro petani,” ujarnya.

“Kami (WH-Andika) telah berkomitmen untuk mengeluarkan program yang pro petani. Selain kebijakan penetapan lahan pertanian produktif, kami juga akan mengawal alur produksi  pertanian,” sambung Andika.

Ia mengatakan, Provinsi Banten saatnya mengkaji penerapan sistem industri pertanian. Penerapan teknologi harus lebih  intens diterapkan. Kata Andika, saat ini Litbang Kementerian Pertanian sudah berhasil mengembangkan benih unggulan teknologi padi  super yang bisa meningkatkan produksi dua kali lipat dari hasil panen biasanya.

Kelompok masyarakat petani Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak sengaja mengundang Andika dalam kegiatan pertama kali panen di akhir tahun 2016. Pada kesempatan ini, Andika turun ke sawah dan menandai panen raya pertama, dengan melakukan pemotongan padi di sawah milik kelompok masyarakat petani Sajira.

Tak hanya sempat memotong padi, Andika juga menggebot tanaman padi ke alat tradisional yang dibuat warga hingga menjadi buliran gabah.

Salah seorang petani, Teti Sumiyati menyampaikan harapannya, di bawah kepemimpinan WH-Andika, Provinsi Banten bisa lebih maju, terutama bisa meningkatkan kesejahteraan para petani di Banten.

“Kita pingin Pak Cawagub Andika bisa lebih perrhatian kepada profesi petani. Kami juga minta tolong, agar dibantu untuk harga lahan Waduk Karian, supaya harganya tidak rendah. Setidaknya harga lahan, bisa beli dua kali lahan penggantinya,” harap Teti.

Diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Banten, luas lahan sawah di Provinsi Banten pada tahun 2015 tercatat sebesar 201.270 hektare, di mana 94,65 persen di antaranya berada di empat daerah, yaitu Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak,  Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Serang.

Kabupaten Pandeglang merupakan wilayah yang memiliki luas lahannya terbesar yaitu mencapai 54.768 hektare  atau 27,21 persen dari total luas lahan di Banten, disusul oleh Kabupaten Lebak sebesar 49.677 hektare (24,68 persen) kemudian Kabupaten Serang sebesar 48.925 hektare (24,31 persen) dan Kabupaten Tangerang sebesar 37.127 hektare (18,45 persen).

Sementara luas lahan sawah sisanya sebesar 5,35 persen berasal dari Kota Tangerang sebesar 706 hektare (0,35 persen), Kota Cilegon sebesar 1.627 hektare (0,81 persen), Kota Serang sebesar 8.325 hektare (4,14 persen) dan terakhir Kota Tangerang Selatan adalah kabupaten/kota di Provinsi Banten yang memiliki luas lahan sawah terkecil yaitu hanya sebesar 115 hektare atau 0,06 persen dari total lahan sawah di Banten. [bud/ld]

Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Cawagub Banten: Lahan Pertanian Diubah Jadi Permukiman Harus Disudahi
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top