Sabtu, 26 September 2020 |
News Room - Peristiwa

Bupati Serang Tuding Pemerintah Pusat dan Pembalakan Liar Penyebab Banjir di Anyer

Kamis, 06 Apr 2017 | 14:45 WIB Dibaca: 1361 Pengunjung

gelondongan kayu yang terbawa banjir diduga akibat pembalakan liar.*

SERANG, [NEWSmedia] - Banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang kemarin, yang merusak sejumlah rumah rusak, selain karena meluapnya sungai Garung, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan banjir terjadi karena tanggul sungai yang melintasi kawasan tersebut jebol, sehingga air dengan deras masuk ke perumahan warga.

Bahkan, Bupati menyebutkan bahwa kejadian tersebut akan terus berulang, jika tidak ditangani masalah pendangkalan dan sedimentasi sungai yang menjadi kewajiban Balai Besar dari pemerintah pusat.

"Selama pendangkalan dan sedimentasi tidak ditangani, banjir akan terus begini, karena ketika air datang dan tidak bisa menampung sehingga melimpah ke masyarakat," kata Tatu saat ditemui di Puskesmas Ciruas, Kamis (6/4/2017).

Meski banjir tersebut saat ini telah surut, namun ada beberapa rumah warga yang rusak akibat kejadian tersebut, dengan demikian, Pemerintah Kabupaten Serang akan mengupayakan bantuan kepada warga yang rumahnya rusak akibat banjir tersebut.

"Kita upayakan bantu, tapi Pemda kan tidak bisa langsung mengeluarkan anggaran kecuali ada dana cadangan dari dana tak terduga, selama itu ada, akan kami bantu dan ada bukti telah terjadi bencana alam," katanya.

Ia menjelaskan, berkaca pada tahun sebelumnya, dengan terjadinya bencana alam di Kabupaten Serang, tahun ini pihaknya telah meningkatkan anggaran dana tak terduga untuk bantuan bencana alam tersebut.

"Dana tak terduga tahun 2017 ini, kalau tidak salah dinaikkan, sebelumnya 3 Milyar, karena kejadian bencana alam kemaren cukup besar dan kehabisan dana tak terduga, jadi untuk tahun ini kita naikkan, mencapai 5 milyar," terangnya.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan penyisiran terhadap sungai tersebut mulai dari hulu hingga hilir, sebab diduga banjir bandang tersebut terjadi akibat aksi pembalakan liar, sebab material banjir yang merusak rumah warga salah satunya dari kayu-kayu dan akar pepohonan yang merusak rumah warga.

"Nanti akan dikaji, jangan sampai pembalakan liar terjadi, dari hulu akan kita sisir," pungkasnya.

Berdasarkan data yang di dapat, banjir bandang di Anyer mengakibatkan 3 rumah warga rusak berat, 11 rumah rusak sedang, dan 2 rusak ringan. Daerah yang terdampak di antaranya Kampung Palupuy 334 KK, Babakan 18 KK, dan Sugarubuk 55 KK. [Ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Bupati Serang Tuding Pemerintah Pusat dan Pembalakan Liar Penyebab Banjir di Anyer
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top