Minggu, 20 Oktober 2019 |
News Room - Peristiwa

Bupati Semarang Berharap Pawang Kera Dari Banten Didatangkan, Ada Apa?

Jumat, 11 Agt 2017 | 07:40 WIB Dibaca: 7948 Pengunjung

ilustrasi.*

SEMARANG, [NEWSmedia] - 100 hektare tanaman singkong di empat dusun di wilayah Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang gagal panen akibat diserang kawanan kera. Serangan kera ke Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, ternyata pernah terjadi sekitar lima tahun yang lalu.

Bupati Semarang Mundjirin mengatakan, saat itu ratusan hektare ladang dan sawah di empat dusun di Desa Sepakung, yakni Dusun Serandil, Jengkol, Gowono dan Dusun Kenongo dirusak ratusan kera yang turun dari hutan Cemoro Sewu.

Warga dan Pemkab Semarang tidak berdaya mengatasi serangan primata tersebut. Pihaknya lantas meminta bantuan kepada Pemerintah Pusat dan sempat didatangkan tim pawang kera dari Banten.

Saat itu tidak kurang 500 ekor kera ditangkap hidup-hidup. “Karena tidak boleh dibunuh, dibasmi tidak boleh, diracun juga tidak boleh, akhirnya tertangkap sekitar 500 ekor. Tidak tahu dibawa kemana atau dibudidayakan atau apa," kata Mundjirin, Kamis (10/8/2017).

Lima tahun berselang ternyata serangan kera kembali terjadi di Desa Sepakung. Mundijirin menduga selama lima tahun tersebut populasi kera malah berlipat ganda, dan saat musim kemarau seperti ini terjadi ketidakseimbangan rantai makanan. Sehingga kera turun ke kampung dan menyerang lahan pertanian.

"Lha ternyata tidak ada artinya (ditangkap) 500 itu, akhirnya sekarang lebih dari itu. Di sana kan sekarang kekurangan makanan, sehingga mereka turun ke kampung-kampung," sebutnya.

Mundjirin mengaku sudah menyampaikan laporan fenomena serangan kera di desa Sepakung tersebut kepada Dinas Kehutanan Jawa Tengah. Namun Dinas Kehutanan juga menghadapi dilema yang sama, yakni ketentuan undang-undang yang melarang membunuh kera liar.

Ia berharap tim penjinak kera dari Banten yang pernah didatangkan oleh Pemerintah Pusat lima tahun yang lalu tersebut bisa didatangkan lagi. Ia mengakui kemampuan menjinakkan kera liar tidak dimiliki oleh kebanyakan orang.

"Lha saya mau mencoba mau menyurati (pusat) lagi, minta bantuan lagi. Siapa tahu orang-orang yang dari Banten itu masih hidup dan bisa didatangkan lagi ke sini," ujar dia. [Kdc]

Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Bupati Semarang Berharap Pawang Kera Dari Banten Didatangkan, Ada Apa?
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top