Rabu, 03 Juni 2020 |
News Room - Peristiwa

Buntut Tewasnya 2 Santri di Kolam, Ponpes Al-Zaytun Dilaporkan ke KPAI

Senin, 06 Mar 2017 | 12:30 WIB Dibaca: 2723 Pengunjung

korban santri yang tewas di kolam sedang di evakuasi.*

TANGSEL, [NEWSmedia] - Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun akan dilaporkan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), karena dianggap lalai hingga menyebabkan dua santrinya meninggal dunia karena diduga tenggelam.

Kedua santri yang bernama Cahya Gumilang. dan Alfian Sidiq, siswa asal Tangerang kelas 8 F, sedang mengikuti kegiatan Pramuka di sekolah yang berdiri di lahan seluas sekira 12 ribu hektare itu, ditemukan meninggal di suatu danau Al Kautsar, kawasan Al Zaytun, Desa Mekar Jaya, Gantar, Indramayu, Jawa Barat, pada hari Minggu 5 Maret 2017.

Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti menyampaikan, jika hari ini, pihaknya akan mengadukan soal adanya kelalaian serta dugaan perlakuan diskriminatif pihak sekolah terhadap sejumlah santrinya ke Kantor KPAI, Jalan Teuku Umar Nomor 10-12, Menteng, Jakarta Pusat.

"Berkaitan dengan tewasnya dua santri Al-Zaytun, Indramayu (Jawa Barat), bernama Alfian Sidiq dan Cahya Gumilang yang tenggelam di Alkautsar, kolam yang berada di dalam lingkungan Ponpes Al Zaytun pada Minggu 5 Maret 2017, serta adanya dugaan perlakuan diskriminatif manajemen Al Zaytun terhadap sejumlah santri yang orangtuanya sedang menggugat manajemen Al Zaytun, maka FSGI akan melaporkan kedua kasus tersebut ke KPAI," ujar Retno dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/3/2017).

Retno melanjutkan, ada dugaan kelalaian dalam pengawasan yang di lakukan oleh pihak sekolah kepada peserta didiknya, hingga kedua santri tersebut ditemukan tewas di kolam.

"Berdasarkan informasi yang diterima FSGI, kematian kedua santri terjadi saat kegiatan kepramukaan berlangsung di lingkungan Ponpes Al-Zaytun pada Minggu, 5 Maret 2017, namun kedua santri tidak mengikuti kegiatan kepramukaan dan secara sembunyi-sembunyi menyelinap berenang di Al-Kautsar. Ada dugaan kelalaian dalam pengawasan pihak sekolah terhadap peserta didiknya," sambungnya. 

Ponpes Al-Zaytun merupakan sekolah agama yang mengadopsi sistem boarding school, di mana seluruh santrinya berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Dikabarkan jumlah santrinya mencapai sekira 3.996 orang, dengan jumlah karyawan serta guru hingga 1.000 orang. [okz]

Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Buntut Tewasnya 2 Santri di Kolam, Ponpes Al-Zaytun Dilaporkan ke KPAI
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top