Selasa, 19 Desember 2017 |
News Room

Bulog Banten Diminta Buka Operasi Pasar Beras

Kamis, 07 Des 2017 | 17:28 WIB Dibaca: 177 Pengunjung

Kepala Disperindag Banten, Babar Suwarso, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Kemendag, Tjahya Widayanti dan Subdit I Indag Dit Reskrimsus Polda Banten, AKBP Dani Arianto saat Rapat Koordinasi di Ratu Hotel Kota Serang, Kamis (7/12/2017).*

SERANG, [NEWSmedia] - Kementerian Perdagangan (Kemendag) meminta kepada Bulog Sub-Divre Banten agar membuka operasi pasar beras medium yang saat ini stoknya mulai menipis di beberapa pasar di Banten.

Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Tjahya Widayanti setelah Rapat Koordinasi di Ratu Hotel Kota Serang, Kamis (7/12/2017).

"Kami minta bulog untuk membuka operasi pasar dan kalau bisa operasi pasarnya tidak didepan pasar, karena khawatir dianggap bersaing dengan pedagang yang di pasar, mungkin kalau bisa di depan Masjid atau Gereja atau di perumahan-perumahan sehingga langsung ke konsumennya," kata Tjahya kepada awak media.

Ia mengatakan, hasil pantauan di Pasar Induk Rau Kota Serang dan Pasar Kranggot Kota Cilegon, pihaknya menemukan stok beras medium di pasar tersebut mulai menipis.

"Kesimpulannya, kemaren ada tradisi panjang mulud yang cukup menyita beberapa bahan pokok tapi kita sudah kondisikan dengan Bulog dan Bulog bersedia membuka operasi pasar beras untuk di wilayah Banten ini," terangnya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan, Bulog mempunyai program untuk menyetabilkan harga dan pasokan pangan, yaitu menjual bahan pokok dengan menggunakan mobil pikap ke beberapa wilayah di Banten.

"Bulog juga punya gerakan stabilisasi pangan dengan menggunakan mobil pikap yang tertutup akan menjual bahan pokok ke beberpaa wilayah dan itu bisa membantu dan menjaga harga di Banten," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten, Babar Suwarso mengatakan, dengan adanya tradisi panjang mulud di beberapa wilayah di Banten, membuat masyarakat banyak yan membeli telor dan beras, khususnya beras yang medium.

"Sehingga ada sedikit membutuhkan pasokan lebih untuk telur ayam dan beras khususnya beras medium," kata Babar.

Ia juga menegaskan, pihaknya merasa khawatir jika ketersediaan beras yang menipis tersebut akan dimainkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan menaikkan harga beras medium menjadi harga beras yang premium.

"Di Pasar Rau tadi perlu gelontoran pasokan dan sudah dikonfirmasi ke Bulog untuk menambah pasokan lebih terutama beras medium dan telor, itu untuk menjaga harga agar tidak naik atau perilaku spekulan yang bisa saja terjadi dengan menjual beras medium dibandrol premium," pungkasnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Bulog Banten Diminta Buka Operasi Pasar Beras
Top