Selasa, 13 April 2021 |
News Room - Kesehatan

BPOM Sebut Izin Vaksin Sinovac Karena Kematian Lansia Tinggi

Senin, 08 Feb 2021 | 12:21 WIB Dibaca: 1299 Pengunjung

Vaksin.*

[NEWSmedia] - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjelaskan izin penggunaan atau emergency use authorization (EUA) vaksin Cornovac buatan Sinovac dikeluarkan dengan pertimbangan angka kematian pasien virus corona (Covid-19) lanjut usia (lansia) yang tinggi.

"Kita juga mengingat bahwa angka kematian akibat covid-19 ini menunjukkan data statistik bahwa kelompok usia lanjut atau lansia menduduki porsi yang cukup tinggi. Relatif lebih tinggi, 47,3 persen data terakhir," kata Kepala BPOM Penny K. Lukito melalui konferensi video, Minggu (7/2).

Namun begitu, ia menegaskan pihaknya sudah memperhatikan sisi keamanan dan efektivitas vaksin terhadap kelompok lansia melalui hasil uji klinis fase I, II dan III yang dilakukan di China dan Brazil.

Pada uji klinis fase I dan II yang dilakukan terhadap 400 orang lansia di China, Penny mengungkap vaksin didapati efektif memunculkan antibodi terhadap Covid-19 dengan persentase 97,96 persen setelah pemberian dua dosis vaksin dalam kurun 28 hari.

"Dengan data keamanan yang dapat ditoleransi dengan baik serta tidak ada efek samping serius derajat ketiga yang dilaporkan karena pemberian vaksin," lanjutnya.

Sementara uji klinis fase III dilakukan di Brazil terhadap 600 orang lansia. Didapati bahwa vaksin aman dan tidak mengakibatkan efek samping serius hingga kematian.

Ia mengatakan efek samping yang dialami penerima hanya berupa nyeri, mual, demam, bengkak, kemerahan pada kulit hingga sakit kepala.

Atas perkembangan tersebut, BPOM mengeluarkan EUA terhadap pemakaian vaksin Coronavac untuk orang di atas 60 tahun dengan dua dosis dalam kurun waktu 28 hari per Jumat (5/2) lalu. [cnn]

Editor: Newsmedia
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

BPOM Sebut Izin Vaksin Sinovac Karena Kematian Lansia Tinggi
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top