Sabtu, 25 November 2017 |
News Room - Kesehatan

BPJS Dorong RS di Banten Tambah Kapasitas Tempat Tidur Pasien JKN

Senin, 19 Jun 2017 | 16:18 WIB Dibaca: 438 Pengunjung

BPJS Kesehatan Serang dan Rumah Sakit saat menandatangani komitmen di KCU BPJS Kesehatan Serang, Senin (19/6/2017).

SERANG, [NEWSmedia] - Kantor Cabang Utama BPJS Kesehatan Serang, berusaha mendorong Rumah Sakit untuk dapat menambah kapasitas tempat tidur atau melakukan relokasi baik dari kelas utama atau ruang kelas VIP. Hal tersebut sebagai wujud komitmen RS dan BPJS Kesehatan dalam hal pelayanan bermutu.

Kepala Kantor Cabang Utama BPJS Kesehatan Serang, Chandra Nurcahyo mengatakan, salah satu prioritas pemenuhan akses tersebut adalah memastikan ketersediaan ruang rawat inap.

"Seperti, RS Sari Asih Serang yang melakukan relokasi kelas utama menjadi kelas I, sehingga peserta yang berobat dan mendapatkan rawat inap yang menempati kelas utama di RS itu tidak lagi dikenakan keluar biaya untuk kenaikan kelas," kata Chandra di KCU BPJS Kesehatan Serang, Senin (19/6/2017).

Ia mengatakan, untuk mendapatkan ketersediaan informasi tempat tidur atau yang lainnya, maka diperlukan keterbukaan informasi dalam bentuk aplikasi Aplicare atau Dashbore yang disediakan oleh setiap Rumah Sakit yang bisa diakses atau di update secara real time.

"Saat ini, RS yang berada di wilayah KCU Serang yang rutin melakukan update data real time adalah RS Drajat Prawiranegara, RS Kurnia Serang dan RS Kurnia Cilegon," terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Layanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Didin Aliyudin mengatakan, jika setelah komitmen tersebut terbangun namun masih ada rumah sakit yang membandel, pihaknya akan melakukan pendekatan secara persuasif terhadap rumah sakit tersebut.

"Kita akan lakukan pembinaan, seharusnya rumah sakit swasta bekerjasama dengan BPJS, kita lebih persuasif kalau RS swasta kita akan lakukan pembinaan," pungkasnya

Berikut ini merupakan komitmen RS yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan:

1. Memenuhi ketersediaan tempat tidur kelas 1, 2 dan kelas 3 sesuai dengan perhitungan kebutuhan peserta JKN.
2. Memenuhi fasilitas ICU dilengkapi dengan ventilator sesuai dengan kebutuhan.
3. Melaksanakan keterbukaan informasi dalam bentuk dashboard/ Aplicare yang diupdate secara rutin staip hari.
4. Melaksanakan hasil tindak lanjut hasil Walk Through Audit (WTA) terkait pelayanan bagi peserta JKN di RS.
5. Mengoptimalkan pemanfaatan sistem antrian untuk peserta JKN disetiap RS. [Ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

LAINNYA

HET Tak Efektif Turunkan Harga Beras
Sabtu, 25 Nov 2017 | 07:02 WIB
HET Tak Efektif Turunkan Harga Beras
Harga Emas Naik Menjadi Rp626 Ribu per Gram
Jumat, 24 Nov 2017 | 07:03 WIB
Harga Emas Naik Menjadi Rp626 Ribu per Gram

KOMENTAR

BPJS Dorong RS di Banten Tambah Kapasitas Tempat Tidur Pasien JKN
Top