Minggu, 17 Desember 2017 |
News Room - Kesehatan

Bocah Penderita Gizi Buruk di Pandeglang 'Dipingpong' Pihak Rumah Sakit

Jumat, 21 Jul 2017 | 14:43 WIB Dibaca: 613 Pengunjung

Erna Martina Rosadi (11) penderita gizi buruk warga Kampung Namprak, Desa Mendung, Kecamatan Cibaliung. Kamis (20/7/2017)

PANDEGLANG, [NEWSmedia] - Sungguh malang nasib Erna Martina Rosadi, anak kelima dari pasangan Yadi Supriadi dan Rohmah, warga Kampung Namprak, Desa Mendung, Kecamatan Cibaliung. Anak perempuan berusia 11 tahun tersebut didiagnosa menderita gizi buruk sejak usia 1,5 tahun.

Menurut Iman Rismanto, kakak kandung Erna menyebutkan, selama adiknya didiagnosa menderita gizi buruk, pihaknya sama sekali belum mendapatkan bantuan dari pemerintah. Padahal keluarganya tersebut telah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS).

"Sejak adik saya menderita gizi buruk, ia mengalami berbagai penyakit bawaan, seperti penyakit seperti jantung, hati dan ginjal. Sehingga fisiknya semakin hari semakin memburuk, dan sejak itu pula, pengobatan yang kami lakukan hanya ke Puskesmas saja, baru kemarin Erna suruh di rujuk ke RSUD Pandeglang, itu pun tindak dilakukan tindakan pengobatan yang berarti," jelas Imam, Kamis (20/7/2017).

Iman Rismanto, mengakui jika Erna pernah dirawat di Puskesmas Cibaliung pada Mei 2017. Akan tetapi pihak Puskesmas tidak sanggup untuk mengobatinya, sehingga dirujuk ke RSUD Berkah Pandeglang. Namun sayang, sesampainya di RSUD Berkah pihak rumah sakit menyuruh Erna dibawa kembali untuk dirawat di Puskesmas sebelumnya.

"Sudah dibawa ke RSUD, tapi disuruh dibawa lagi ke Puskesmas, karna kata dokter di RSUD-nya, gizi buruk itu enggak di rawat disini, dirawatnya ke Puskesmas, karena Puskesmas sudah mendapat bantuan dari pemerintah," jelas Iman.

Sementara itu Kepala UPT Puskesmas Cibaliung, Amsor, yang dihubungi via telpon, mengatakan. Bahwa pihak Puskesmas selama ini telah memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal pada pasien gizi buruk tersebut. Namun memang, dirinya pun mengaku tidak bisa secara intensif melakukan perawatan karena tidak ada Bidan khusus untuk merawatnya.

"Tidak ada, itu menjadi tanggungjawab program pemegang gizinya, dan masalah gizi buruk itu tidak melulu menjadi tanggungjawab Kesehatan, semua sektor ikut terlibat disana, kalau semua harus ditangani oleh kita, Babak belur kami, tapi Insya Allah akan kita terus tindak lanjuti," ujarnya singkat. [Red/Rmol]

Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Bocah Penderita Gizi Buruk di Pandeglang 'Dipingpong' Pihak Rumah Sakit
Top