Selasa, 16 Juli 2019 |
News Gallery

Bidan di Pacitan Ajak Ibu Hamil Berantas Anemia

Selasa, 08 Nov 2016 | 13:05 WIB Dibaca: 676 Pengunjung

Bidan Siwi Lestari.*

JAKARTA, [NEWSmedia] - Jelang persalinan, Sri dengan perut besarnya harus menempuh perjalanan sekitar 40 kilometer menuju RSUD Pacitan, Jawa Timur. Warga Dusun Ledok Kulon, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan, ini harus menjalani persalinan di rumah sakit agar ia dan bayi selamat.

Kondisi kehamilan anemia yang membuat Sri harus dirujuk ke RSUD Pacitan. Tingkat hemoglobin (HB) Sri hanya 8 gr/dL, normalnya ibu hamil di atas 11 gr/dL. Kondisi ini membuat proses persalinan rentan dengan pendarahan, sementara bidan desa tak bisa menangani hal ini. Sehingga persalinan wajib dilakukan di tempat yang memiliki fasilitas memadai dan dokter yang tepat.

Memang biaya persalinan dan perawatan gratis ditanggung Jaminan Kesehatan Nasional, namun ada biaya-biaya lain yang harus dikeluarkan. Mulai dari biaya transportasi hingga makan ataupun menginap bagi anggota keluarga yang mengantar. Bagi Sri yang berasal dari keluarga tak mampu tentu hal ini memberatkan.

Apa yang dialami Sri merupakan gambaran dari permasalahan kesehatan ibu hamil di Desa Sidomulyo. Pada 2013, sekitar setengah atau tepatnya 52 persen dari 70-an ibu hamil mengalami anemia.

"Jadi tak heran, dulu saya sering merujuk ibu hamil yang anemia untuk melahirkan di rumah sakit. Kalau sudah dirawat di rumah sakit kan saya jadi lebih tenang," kata Siwi.

Sebenarnya, Siwi tak ingin ada banyak kasus anemia pada ibu hamil di desanya. Ia pun menggali ide hal-hal sederhana yang mudah dilakukan namun signifikan memangkas angka anemia pada ibu hamil.

Akhirnya pada 2013 pula Siwi mengajak para ibu hamil di desanya melakukan program Jamini alias jaga ibu dari anemia. Ia mewajibkan ibu-ibu hamil untuk menanam bayam dan katuk, memelihara ayam serta mengonsumsi tablet fe (zat besi).

"Kalau menanam bayam itu bisa diambil daunnya untuk dimasak, karena mengandung zat besi. Begitu juga daun katuk. Memelihara ayam untuk diambil telurnya, kemudian direbus. Ini baik dikonsumsi ibu hamil," papar Siwi.

Melalui program menanam dan memelihara ayam, para ibu ini pun lebih hemat dan gizi pun didapat. Para ibu bisa menghemat paling tidak Rp 3.000 per hari untuk membeli sayuran. Coba kalikan selama masa kehamilan. Ibu dan janin bisa sehat namun tetap hemat.

Ibu dua anak ini mengingatkan kepada ibu-ibu hamil tentang asupan mereka setiap hari lewat SMS Gateway. Dalam SMS tersebut misalnya mengirimkan pesan 'Sudahkan mengonsumsi tablet fe?', atau 'Sudahkah ibu makan bayam hari ini?'.

Penyuluhan pentingnya mengonsumsi makanan sehat dan bernutrisi pada ibu hamil bukan saja melalui kelas senam ibu hamil, tapi juga di pertemuan lain seperti PKK, pengajian atau lainnya, ia selalu mengingatkan hal tersebut. [05]

Penulis: Lpt
Editor: Newsmedia
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Bidan di Pacitan Ajak Ibu Hamil Berantas Anemia
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top