Minggu, 24 Maret 2019 |
Ekonomi

BI: Tekanan Rupiah Lebih Banyak karena Faktor Eksternal

Sabtu, 09 Mar 2019 | 08:26 WIB Dibaca: 153 Pengunjung

Foto ilustrasi.*

[NEWSmedia] - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada pembukaan perdagangan pagi ini. Rupiah pun balik lagi ke level Rp14.200-an per USD.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bahwa pergerakan nilai tukar Rupiah seminggu ini banyak dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global. "Oleh karena itu mendorong menguatnya Dolar Amerika Serikat tersebut," ujarnya di Gedung BI Jakarta, Jumat, (8/3/2019).

Dia menjelaskan industri manufaktur AS yang cukup baik memberikan sentimen positif untuk dolar. Berbeda dengan apa yang terjadi di Eropa. Di mana pertumbuhan ekonomi lebih rendah, inflasi rendah.

"Dengan kondisi ekonomi Eropa yang memang masih lemah dan inflasi rendah oleh karena itu, akan perpanjang stimulus moneter. Jadi dovish statement dan stimulus moneter buat mata uang euro melemah," ungkapnya.

Dia menambahkan, faktor risiko geopolitik memang seminggu terakhir lebih negatif seperti tidak tercapai kesepakatan AS dan Korea Utara dan ketidakpastian brexit dan kehausan politik lainnya.

"Maka beberapa faktor itu ada tekanan mata uang di berbagai belahan dunia sebab faktor global termasuk dalam beberapa hari ini ada tekanan rupiah. Saya tegaskan tekanan rupiah lebih banyak karena faktor eksternal dan faktor doematik semuanya bagus," pungkasnya.

Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, pagi ini Rupiah pada perdagangan spot exchange dibuka turun 89 poin atau 0,63% ke level Rp14.231 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.224 per USD - Rp14.232 per USD. [okz] 

Editor: Newsmedia
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

BI: Tekanan Rupiah Lebih Banyak karena Faktor Eksternal

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top