Selasa, 01 Desember 2020 |
News Room - Ekonomi

BI: Perang Dagang Tekan Pertumbuhan Ekonomi Global

Rabu, 24 Okt 2018 | 10:00 WIB Dibaca: 385 Pengunjung

Logo Bank Indonesia.*

[NEWSmedia] - Bank Indonesia (BI) melihat pertumbuhan ekonomi global saat ini sesuai perkiraan yaitu lebih rendah dari proyeksi semula.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara, menyebutkan kondisi ekonomi global yang melemah tersebut disertai ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.

"Di satu sisi, ekonomi AS diprakirakan makin kuat didukung permintaan domestik yang kemudian menyebabkan ekspektasi inflasi AS tetap tinggi dan akan direspons the Fed dengan tetap menaikkan suku bunga kebijakannya," kata Mirza di Gedung BI, Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Namun di sisi lain, ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi Eropa dan negara-negara berkembang, termasuk Tiongkok, akan lebih rendah dari proyeksi semula. "Yang pada gilirannya menurunkan prospek pertumbuhan ekonomi secara global," ujar dia.

Penurunan proyeksi ekonomi global tersebut disebutkan juga dipengaruhi ketegangan hubungan dagang antara AS dan negara lain yang kemudian menurunkan volume perdagangan dunia. Harga komoditas ekspor Indonesia tumbuh lebih lambat, di tengah harga minyak dunia yang terus meningkat.

Sementara itu, ketidakpastian di pasar keuangan global yang masih tinggi juga mendorong investor global menempatkan dananya di aset-aset yang dianggap aman, khususnya di AS.

"Berbagai perkembangan tersebut pada gilirannya mengakibatkan dolar AS terus menguat dan akhirnya membuat tren pelemahan banyak mata uang negara berkembang berlanjut sampai dengan pertengahan Oktober 2018," ujar dia. [lpt]

Editor: Newsmedia
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

BI: Perang Dagang Tekan Pertumbuhan Ekonomi Global
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top