Sabtu, 17 November 2018 |
News Room - News Community

Beubasan, Sanggar Wuni Kreasi Cilegon Dongeng Dari Kampung ke Kampung

Senin, 05 Nov 2018 | 13:02 WIB Dibaca: 122 Pengunjung

Sanggar Wuni Kreasi saat mendongeng di Kampung Penyurungan, Kelurahan Randakari, Kota Cilegon, Minggu (4/11/2018). [ist]*

CILEGON, [NEWSmedia] - Sanggar Wuni Kreasi yang merupakan komunitas berbasis masyarakat di Kota Cilegon dalam memperingati hari dongeng nasional tahun ini melakukan road show dongeng dari kampung ke kampung di Kota Cilegon.

Selama satu bulan, mereka keliling di empat kampung di Kota Cilegon setiap hari minggu, yaitu Kampung Penyurungan, Kelurahan Randakari dilaksnakan pada 4 November 2018, Kampung Penauan, Kelurahan Kubansari dilaksanakan 11 November 2018, Kampung Kubang Welut, Kelurahan Samangraya pada 18 November 2018 dan terakhir Kampung Kuang Laban, Kelurahan Panggung rawi sebagai penutup dilaksanakan pada 25 November 2018.

Uniknya, dalam road show dongeng yang digelar, pendongeng membawakan cerita menggunakan bahasa Banten. Seperti yang dilaksanakan pada minggu (4/11/2018) yang berlokasi di Kampung Penyurungan, Kelurahan Randakari, Kota Cilegon.

Ada tiga pendongeng dari Sanggar Wuni Kreasi, yaitu Kak Wardah sebagai pembawa acara dan ice breaking, Kak Cholis bersama boneka Wuki dan Kak Aman menggunakan karakter kakaek-kakek menggunakan tongkat.

Aman Tajudin salah satu pendongeng megaku Sanggar Wuni Kreasi, hal tersebut merupakan moment tepat bagi dirinya untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.

"Ini saya mencoba dongeng, kegiatan dongeng ini pertama kali saya coba. Meskipun tak jauh berbeda dengan teater, namun bawaannya harus lebih ceria karena audiencenya adalah anak-anak" katanya.

Dalam membawakan cerita menggunakan Bebubasan, hal ini dilakukan sebagai kepeduliannya terhadap bahasa daerah yang kurang diminati masyarakat, terutama anak-anak.

"Ini upaya kami dari Sanggar Wuni Kreasi untuk melestarikan bahasa Banten dengan mendongeng, meskipun terkadang agak sulit karena anak-anak sedikit yang paham. Semoga apa yang kami lakukan bisa sedikitnya membantu melestarikan Beubasan" ujarnya.

Sementara itu, Nur Cholis founder Sanggar Wuni Kreasi mengatakan, bulan November ini ada hari dongeng. Melihat ada potensi mendongeng dari pengurus Sanggar ia akhirnya mengajak mereka untuk melakukan road show dongeng.

"Potensinya ada dari pengurus, sayang kalo engga dikembangin. Akhirnya kita buat dongeng keliling kampung" katanya.

Ia menambahkan, awalnya rencana road show tersebut hanya akan mendongeng biasa, namun karena ada usulan menggunakan bahasa Banten sebagai kampanye Bebasan, akhirnya pihaknya menyepakati untuk memdongeng menggunakan bahasa Banten.

"Kami mencoba berkontribusi dalam melestarikan Beubasan. Meskipun masih jauh dari sempurna, ya inilah upaya yang kami lakukan" pungkasnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Beubasan, Sanggar Wuni Kreasi Cilegon Dongeng Dari Kampung ke Kampung

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top