Rabu, 25 November 2020 |
News Gallery - Lifestyle

Bentuk Karakter Anak Lewat Permainan Balok, Ini Kata Ahlinya

Kamis, 28 Jun 2018 | 09:34 WIB Dibaca: 800 Pengunjung

Foto ilustrasi.*

[NEWSmedia] - Tidak ada salahnya bagi orangtua memberikan mainan untuk si kecil. Namun, ada beberapa hal memang yang harus diperhatikan. Salah satunya bahan baku dan fungsi mainan tersebut.

Jika Anda sadar, setiap mainan yang ada di pasaran memiliki standar usianya masing-masing. Label usia tersebut biasanya ditandai dengan simbol "3yo" atau "usia 5 bulan". Ya, intinya, setiap mainan punya karakternya tersendiri.

Salah satu mainan anak yang banyak dimiliki keluarga sekarang adalah balok bangunan. Mainan ini selain menyenangkan, tetapi juga bermanfaat bagi si anak. Selain melatih kecerdikannya dalam menyusun strategi dan kreativitasnya membangun sesuatu, mainan balok juga dianggap membawa dampak baik bagi pembentukan kepribadian. Benarkah? Dari mana hubungannya mainan balok dengan kepribadian?

Dilansir dari Times of India, menurut sebuah penelitian yang dilakukan Universitas Purdue, permainan balok semi yang terstruktur yang banyak dimainakn anak-anak usia prasekolah memiliki potensi untuk meningkatkan dua keterampilan. Yaitu matematika dan fungsi eksekutif, di mana ini sangat penting untuk kesiapan dirinya masuk ke taman kanak-kanak.

Menurut Ahli Anak Sara Schmitt, permainan balok ini memang belum banyak menjelaskan bukti empiris yang menjelaskan pernyataan di atas, khususnya yang berkaitan dengan matematika dan pengembangan fungsi eksekutif. “Karena hal itu, saya ingin melakukan penelitian ini: Saya ingin memahami apakah saran yang saya buat untuk orang tua dan guru itu benar-benar valid," katanya.

Studinya pun terjadi dan membuahkan hasil. Berdasar penelitian Schmitt, intervensi blok semi terstruktur meningkatkan keterampilan matematika, seperti berhitung, pengenalan bentuk, dan bahasa matematika. Selain itu, dua indikator fungsi eksekutif, termasuk fleksibilitas kognitif dan fungsi eksekutif global pun nampak bekerja di sana. Lalu, terdapat fungsi eksekutif, di mana ini mengarah pada kemampuan untuk memperhatikan, mengingat, dan menggunakan respon lingkungan dan menghambat respons alami untuk mendukung yang lebih adaptif.

Menurut temuan ini lagi, anak-anak dari orang tua dengan pencapaian pendidikan rendah paling diuntungkan dari partisipasi intervensi. Hal ini menunjukkan blok bermain bisa sangat berdampak bagi siswa dari latar belakang sosial ekonomi yang lebih rendah.

"Blok ada di mana-mana; di ruang kelas anak usia dini dan di rumah, dan umumnya orang dewasa merasa nyaman ketika anak sudah memainkan permainan ini. Studi kami menunjukkan bahwa bermain dengan blok dalam format semi-terstruktur dapat meningkatkan keterampilan diri," lanjut Schmitt.

Dia menambahkan, permainan inj juga bisa menjadi sesuatu yang dapat memiliki banyak dampak, terutama bagi anak-anak dalam keluarga dengan status sosial ekonomi yang lebih rendah.

Untuk mendukung penelitiannya, Schmitt mengajak anak-anak berusia 3 sampai 5 tahun untuk ditugaskan pada kelompok intervensi yang berpartisipasi dalam 14 sesi bermain kelompok kecil yang berlangsung 15 hingga 20 menit. Dimal mana, anak-anak ini diberikan set balok kayu yang bervariasi dalam bentuk dan ukuran dan diberikan permintaan singkat sebelum setiap sesi dimulai.

“Di sesi pertama, kami meminta anak-anak untuk membangun menara. Pada akhir intervensi, kami meminta mereka untuk mereplikasi gambar struktur kompleks yang telah kami bangun sebelumnya. Kami pikir petunjuk ini membantu anak-anak untuk terlibat dengan konsep matematika dan juga mempraktikkan keterampilan fungsi eksekutif mereka lebih dari yang mereka miliki tanpa petunjuk,” katanya.

Dua hingga tiga penilaian selama 20 hingga 30 menit, yang dilakukan di ruang yang tenang sebelum dan sesudah serangkaian intervensi, mengungkapkan pola pertumbuhan di antara anak-anak yang berpartisipasi dalam permainan balok semi-terstruktur.

"Ini bukan hanya memblokir permainan, permainan ini sengaja menggunakan blok bermain untuk memfasilitasi pengembangan keterampilan diri," jelas Schmitt. [okz]

Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Bentuk Karakter Anak Lewat Permainan Balok, Ini Kata Ahlinya
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top