Sabtu, 23 Juni 2018 |
News Room - News Community

BEM Untirta Minta Perbanyak Porsi Perempuan di Pemerintahan 

Jumat, 28 Apr 2017 | 11:15 WIB Dibaca: 593 Pengunjung

BEM Untirta dan Komnas Perempuan gelar Dialog Publik Perempuan di Auditorium gedung B Untirta Serang. Kamis, (27/4/2017).*

SERANG, [NEWSmedia] - Permasalahan kekerasan terhadap perempuan yang terjadi saat ini seperti pelecehan seksual, KDRT, dan hak asasi perempuan yang dibatasi masih menjadi perhatian mahasiswa Untirta.

"Kita perempuan berjuang bukan melawan laki-laki, tapi melawan pemikiran laki-laki yang menindas perempuan," kata Wakil Ketua Komnas Perempuan, Budi Wahyuni saat memberikan Dialog Publik Perempuan di Auditorium gedung B Untirta Serang. Kamis, (27/4/2017).

Ia menegaskan bahwa perempuan harus bisa kuat melawan pemikiran kaum laki laki yang menindas martabat perempuan. Selain itu dimasa yang akan datang peran perempuan akan semakin diperlukan. perempuan harus mampu mewujudkan cita-cita pejuang perempuan terdahulu.

"Dimasa yang akan datang peran perempuan akan semakin dibutuhkan. Mengingat kondisi saat ini ada banyak ketimpangan yang terjadi disebabkan oleh pemikiran laki laki. Untuk itu kita perempuan harus mampu mewujudkan cita cita perempuan terdahulu seperti Kartini, Cut Nyak Dien dan yang lainya," imbuhnya.

Sementara, Menteri Pemberdayaan Perempuan Bem Untirta, Dinda menuturkan, bahwa saat ini peran perempuan di era pembangunan sangat besar. Namun, ia menilai bahwa pemerintah masih memandang kecil akan partisipasi perempuan.

"Saat ini peran perempuan di era pembangunan sangat besar, dimana kita sudah melihat banyak perempuan bekerja di sektor perburuhan dimana keuntungan negara juga terdapat didalamnya karena SDM perempuan terserap banyak, namun dalam posisi pemerintahan partisipatif perempuan masih terlihat kecil," terangnya.

Dinda berharap, pemerintah bisa mengesahkan RUU pelecehan seksual, para buruh diberikan waktu lebih untuk cuti hamil, disediakan organisasi perempuan yang independen agar perempuan semakin kreatif, dan memberikan pendidikan gratis dan ilmiah agar perempuan bisa berpendidikan.

"Pertama, disahkan RUU Pelecehan Seksual, para buruh perempuan diberikan waktu lebih lagi untuk cuti hamil, diberikan waktu cuti haid, sediakan organisasi perempuan yang independen dimana bisa membuat perempuan semakin kreatif, dan pendidikan gratis dan ilmiah," harapnya. [ifal]

Penulis: Syahrifal Fahlevi
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

BEM Untirta Minta Perbanyak Porsi Perempuan di Pemerintahan 

BERITA TERKAIT

paslon 1 paslon 2 paslon 3 NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top