Kamis, 19 September 2019 |
Olahraga - News Gallery

Belum Selesi Kasus Liga 1, Suporter Cilegon United Menyerang Bus Pemain Persiraja

Kamis, 04 Okt 2018 | 12:39 WIB Dibaca: 1133 Pengunjung

Foto lustrasi.*

[NEWSmedia] - Belum selesai kasus di Liga 1, antara Persija dan Persib Bandung, aksi tak terpuji kembali dilakukan suporter bola Indonesia, kali ini dari Liga 2. Suporter Cilegon United menyerang bus para pemain Persiraja sore tadi di Banten, Rabu, 3 Oktober 2018.

Ironisnya, kejadian memilukan tersebut terjadi justru tim tuan rumah menang telak atas Persiraja 4-0. Padahal, sepanjang laga bergulir tidak terlihat adanya masalah apapun antara tim Persiraja dengan tuan rumah.


"Kita tidak tahu kenapa bus kita diserang. Karena sepanjang pertandingan kita tidak masalah dengan suporter atau penonton Cilegon United," kata Sekretaris Umum (Sekum) Persiraja, Rahmat Djailani.

Dalam permainan, boleh dibilang tidak ada insiden berarti. Hanya saja, pertandingan sempat terhenti kurang lebih 5 menit, saat bek Laskar Rencong Persiraja, Andhika Kurniawan melayangkan protes atas keputusan sang pengadil.

"Karena kami memprotes wasit yang langsung memberikan kartu merah kepada Andika Kurniawan, padahal Andika sebelumnya tidak mendapatkan kartu kuning," ujar Rahmad dengan nada kecewa.

Kronologi penyerangan suporter Cilegon United terjadi saat tim Persiraja hendak pulang. Tiba-tiba sekelompok suporter datang menyerang bus yang ditumpangi pemain Persiraja beserta ofisial tim.

Ia mengaku heran dan tak tahu menahu apa sebab-musababnya sehingga Persiraja musti diserang. Akibatnya, salah satu bagian kaca bus pecah. Beruntungnya, tidak ada pemain dan ofisial yang cedera.

"Kita tidak tahu apa sebabnya. Kaca bis sebelah kanan sampai pecah, beruntung semua pemain dan official tidak terkena batu dan pecahan kaca. Kita sangat menyayangkan penyerangan ini," terangnya.

Lebih jauh, pihak Persiraja mengutuk keras kejadian seperti itu. Sepakbola dan kekerasan di Indonesia harusnya tidak berulang. Kematian suporter Persija yang viral beberapa saat yang lalu, harusnya menjadi pelajaran kepada semua pihak. Sayangnya, di Cilegon United hal itu masih terjadi.

"Di saat kita sedang dirundung masalah atas meninggalnya suporter Persija di Bandung, malah ada sekelompok suporter yang melakukan perbuatan tercela ini. Ini adalah hal buruk bagi dunia sepak bola Indonesia," imbuhnya.

Bagi Sekum Persiraja, ada dua hal oleh pihak Persiraja sesali pada pertandingan itu, pertama kepemimpinan wasit dan kedua penyerangan suporter terhadap Persiraja. Perlakuan memalukan dari suporter Cilegon United berbanding terbalik saat tim asal Provinsi Banten tersebut bertandang ke Aceh. Buntut dari tragedi penyerang ini, Persiraja akan melayangkan protes serius dengan melakukan pengaduan resmi kepada PT. LIB juga PSSI.

"Padahal tim Cilegon United sewaktu bertamu ke Aceh juga kita perlakukan dengan baik. Tidak ada penyerangan, tidak ada kekerasan. Jadi kita sangat menyayangkan atas kejadian ini. Kita akan buat protes dan pengaduan resmi ke PT. LIB dan PSSI," pungkas Rahmad.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Krakatau Steel dipimpin oleh wasit asal Kalimantan Barat, Juhandri Setiana. Kemenangan menjadi milik Cilegon United dengan skor telak 4-0 atas Persiraja. Keempat gol masing-masing diciptakan oleh Hari Habrian, Ivan Havillah dan dua gol Ervin Riyanto. [okz]

Editor: Newsmedia
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Belum Selesi Kasus Liga 1, Suporter Cilegon United Menyerang Bus Pemain Persiraja
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top