Senin, 18 Januari 2021 |
News Gallery

Beli Oleh-oleh Banyak Keharusan Atau Tidak?

Selasa, 11 Okt 2016 | 09:00 WIB Dibaca: 860 Pengunjung

kebiasaan buruk traveller.*

[NEWSmedia] - Kebiasaan yang satu ini begitu berakar di Indonesia, bahkan orang-orang asing yang sudah lama tinggal di Indonesia akan mengikutinya. Beberapa negara lain di Asia, seperti Jepang dan Filipina, juga punya kebiasaan serupa.

“Jangan lupa oleh-oleh, ya!” begitu pesan yang sering kita berikan ke orang yang akan berpergian. Bahkan, beberapa orang tidak segan-segan meminta titipan barang tanpa memberikan uang di muka.

Sebuah berita di salah satu televisi swasta pernah menyebutkan kebiasaan para jemaah haji yang membawa pulang banyak oleh-oleh hingga melebihi kapasitas bagasi yang ditentukan maskapai penerbangan. Amy, 29, mengaku pernah melihat tante dan ibunya melakukan hal serupa saat keduanya pergi menunaikan ibadah haji.

“Tanteku pulang dengan membawa tiga koper besar yang hanya berisi oleh-oleh pashmina dan tasbih,” kata Amy.

Jumlah oleh-oleh tersebut mencapai lusinan dan menghabiskan jutaan rupiah. Lalu, apakah memang itu sudah menjadi hal wajib? Hanya orang tersebut yang bisa menjawabnya.

Apa yang bisa kita lakukan: Saat berlibur, sediakan anggaran pasti untuk oleh-oleh, sehingga tidak membuat dana liburan Anda membengkak. Selain itu, berlatihlah berkata “tidak” kepada permintaan-permintaan yang berpotensi menyulitkan Anda saat di perjalanan. Hidup mereka akan berjalan seperti biasa, kok, dengan atau tanpa oleh-oleh dari Anda. [rpl/05]

Penulis: Newsmedia
Editor: Newsmedia
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Beli Oleh-oleh Banyak Keharusan Atau Tidak?
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top