Senin, 26 Februari 2018 |
News Room - Ekonomi

Begini Permainan yang Bikin Harga Beras di Konsumen Tinggi

Sabtu, 22 Jul 2017 | 07:01 WIB Dibaca: 553 Pengunjung

Tumpukan beras di gudang.*

JAKARTA, [NEWSmedia] - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyebut ada yang tak beres dalam tata niaga beras. Hal ini menciptakan disparitas harga yang tinggi antara harga gabah di petani dan beras yang sampai ke konsumen

Ketua KPPU, Syarkawi Rauf, mengatakan ada kecenderungan pola harga beras yang dikendalikan segelintir distributor beras besar sehingga margin beras di tingkat middle man (perantara) tetap tinggi.

"Kita menemukan di Cipinang harga itu tak berubah meski ada pasokan yang melimpah harganya tetap Rp 10.500/kg untuk medium, harusnya turun kalau mengikuti mekanisme pasar. Tapi begitu kurang sedikit, harganya bisa langsung naik. Bisa saja ini ada kesepakatan dari para pemain besar di Cipinang," ujarnya kepada detikFinance, Jumat (21/7/2017).

Hal yang sama juga terjadi di setiap daerah sentra beras, di mana ada segelintir distributor menguasai suplai beras dari petani sampai ke pasar.

"Jadi kalau dari penyelidikan kita, di daerah seperti Jawa Barat saja ada 5 pemain yang menguasai 70% pasokan beras. Di daerah lain pun sama, rata-rata ada 5 pemain besar. Kalau dikuasai hanya beberapa pemain, tentunya kurang sehat karena bisa mengarah ke kartel harga. Di Cipinang pun sama, pedagangnya banyak, tapi sebenarnya hanya ada 5 kelompok besar yang paling menguasai," ungkapnya.

Menurut Syarkawi, pemain besar tersebut tak bekerja sendiri, melainkan juga menggandeng tengkulak sebagai pengumpul gabah di tingkat petani.

"Jadi selain mereka memiliki penggilingan besar dan menyerap langsung, para pemain besar ini kan juga memanfaatkan penyerapan gabah lewat tengkulak-tengkulak yang jadi pengumpul. Jadi meski ada banyak pedagang tengkulak, pemain besarnya ya itu-itu saja," tutur Syarkawi.

Selain ada pola kecenderungan yang mengarah ke kartel harga oleh pemain besar, yakni praktik curang seperti yang dilakukan distributor beras yang digerebek Satgas Pangan di Bekasi.

Sebagai informasi, satgas pangan menggerebek gudang PT Indo Beras Unggul (IBU)di Bekasi. Satgas menemukan 1.161 ton beras medium yang dipalsukan jadi beras premium. Setelah itu, beras tersebut dijual seharga Rp 20.000/kg, padahal seharusnya harga beras premium Rp 9.000/kg.

"Di petani dia beli atau serap GKG (gabah kering giling) Rp 4.900/kg, kemudian digiling, dia proses dan dia kemas dijual di atas Rp 20.000/kg dan itu pemain besar. Padahal itu beras yang menerima subsidi pemerintah," pungkas Syarkawi.

Editor: Newsmedia
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Begini Permainan yang Bikin Harga Beras di Konsumen Tinggi

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top