Sabtu, 25 November 2017 |
News Room - Pemerintahan

Begini Perkembangan Pembangunan Tol Serang-Panimbang

Selasa, 26 Sept 2017 | 17:33 WIB Dibaca: 612 Pengunjung

Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy (tengah) setelah bertemu dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Pendopo Gubernur Banten, Selasa (26/9/2017).*

SERANG, [NEWSmedia] -  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberitahukan terkait perkembangan proyek pembangunan jalan tol Serang-Panimbang kepada Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, di kantor Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug, Kota Serang, Selasa (26/9/2017).

Pemberitahuan tersebut berkaitan dengan rencana ground breaking atau peletakan batu pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan jalan tol tersebut, oleh Presiden Joko Widodo Oktober mendatang.

“Tadi kami melaporkan terkait progress jalan tol Serang-Panimbang, karena ini kan rencananya ground breaking awal Oktober,” kata Sugandhi  dari Satuan Kerja Seksi I Tol Serang-Panimbang Kementerian PUPR usai bertemu dengan Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy.

Ia menjelaskan, sejauh ini pihaknya tidak mendapat kendala berarti terkait dengan persiapan atau pembebasan lahan tersebut. Meski demikian, pihaknya menambahkan trase di seksi I, yakni dengan menambahkan lokasi pembangunan di Desa Kaserangan seluas 5.000 meter persegi.

“Sebelumnya Desa Kaserangan ini tidak masuk di Seksi I. Tapi dalam perkembangannya ada kebutuhan untuk menabahkan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, pembebasan lahan untuk penambahan trase di desa tersebut harus dikebut, sebab untuk pembangnan Seksi I akan dilakukan pasca ground breaking.

”Kalau di Seksi lain sejauh ini clear, karena kan pembebasan lahan dilakukan bertahap seiring pembangunan fisik dilakukan,” ungkapnya.

Sementara itu Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, Pemprov Banten saat ini sedang menunggu usulan penambahan trase tersebut dari Kementerian PUPR, agar bisa menerbitkan SK atau surat keputusan penetapan lahannya.

“Nah, kalau SK itu sudah terbit, baru  pembebasan lahan untuk trase tambahan itu bisa dilakukan. Saya kira cukup lah waktu yang kita punya sampai dengan dilakukannya ground breaking Oktober nanti,” katanya Andika.

Andika juga mengaku, pihaknya akan all out melakukan tugasnya dalam pengerjaan pembangunan Tol Serang-Panimbang, misalnya bertugas mengeluarkan SK penetapan lahan.

“Hal-hal administrasi seperti ini kami pastikan tidak akan menjadi penghambat. Prinsipnya kalau usulan dari Kementerian PUPR masuk, langsung kami proses,” terangnya.

Andika berharap, dengan ada pembangunan jalan TOl Serang-Panimbang tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Banten Selatan.

“Nah, kalau jalan tol ini sudah ada ini akan menjadi semacam ice breaker bagi stagnasi pembangunan di selatan. Pariwisata tumbuh, pertanian tumbuh, perekonomian rakyat yang lainnya akan ikut tumbuh. Belum lagi investasi korporasi yang nanti akan masuk dengan adanya akses jalan tol ini,” pungkasnya.

Untuk diketahui, ruas jalan tol ini terbagi dalan tiga seksi. Yakni seksi I Serang-Rangkas Bitung sepanjang 26,5 km, seksi II Rangkas Bitung-Bojong sepanjang 33 km, dan seksi III Bojong-Panimbang sepanjang 24,41 km. [hms]

Editor: Ahmad Hifni
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

LAINNYA

HET Tak Efektif Turunkan Harga Beras
Sabtu, 25 Nov 2017 | 07:02 WIB
HET Tak Efektif Turunkan Harga Beras
Harga Emas Naik Menjadi Rp626 Ribu per Gram
Jumat, 24 Nov 2017 | 07:03 WIB
Harga Emas Naik Menjadi Rp626 Ribu per Gram

KOMENTAR

Begini Perkembangan Pembangunan Tol Serang-Panimbang
Top