Selasa, 16 Juli 2019 |
News Room - Ekonomi

Begini Kondisi Pertumbuhan Ekonomi Banten Selama Tiga Tahun Terakhir

Kamis, 25 Mei 2017 | 08:15 WIB Dibaca: 1843 Pengunjung

Kepala Bappeda Provinsi Banten, Hudaya Latuconsina memaparkan kondisi pertumbuhan ekonomi Banten dalam launching hasil Sensus Ekonomi 2016 di Serpong, Tangerang, Rabu (24/5/2017).*

TANGERANG, [NEWSmedia] - Selama tiga tahun terakhir sejak 2013, pertumbuhan ekonomi Banten rupanya mengalami pelambatan. Pelambatan tersebut tentu berdampak pada hasil kinerja Pemerintah Provinsi Banten dalam bidang pembangunan secara makro.

“Hasil analisa dan data, pertumbuhan ekonomi Banten sejak tahun 2013 sampai tahun 2016 mengalami pelambatan, dan ini mempengaruhi hasil kinerja provinsi pada indikator makro pembangunan dari aspek laju pertumbuhan ekonomi,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten, Hudaya Latuconsina, pada acara launching hasil Sensus Ekonomi 2016 di Serpong, Tangerang, Rabu (24/5/2017).

Menurut Hudaya, walaupun masih berada di atas rata-rata nasional, pertumbuhan ekonomi Banten terbilang lambat. Ia mengungkapkan, pada tahun 2012, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Banten di angka 6,15 persen, dan nasional 5,71 persen. Sementara pada tahun 2016, posisi pertumbuhan ekonomi Banten di angka 5,26 persen, dan nasional 5,04 persen.

Hudaya pun menjelaskan, pelambatan tersebut disebabkan karena beberapa faktor. Pertama, infrastruktur yang belum memadai, sehingga mempengaruhi sistem distribusi menjadi tidak efisien, baik pada biaya yang dikeluarkan maupun waktu.

“Hal itu bisa jadi mempengaruhi inflasi daerah,” terang Hudaya, yang dalam acara tersebut mewakili Gubernur Banten, Wahidin Halim.

Faktor kedua yang menjadi penyebab pertumbuhan ekonomi Banten melambat adalah upah minimum yang dinilai tidak memberi kepastian terhadap keberlangsungan usaha di Banten. Hal ini, kata Hudaya, disebabkan juga karena lemahnya kompetensi SDM untuk kepentingan produksi.

Kemudian faktor ketiga juga disebabkan karena ketersediaan SDM kompeten yang belum mampu memenuhi tuntutan kerja, seiring kebutuhan teknologi industri yang semakin maju, dan juga rata-rata lama sekolah masyarakat. "Saat ini, rata-rata lama sekolah di Banten masih 8,37 tahun," ungkapnya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, menurut Hudaya, perlu ada upaya peningkatan pendidikan minimal 12 tahun, meskipun nantinya akan berkaitan dengan ketersediaan sarana pendidikan yang diupayakan agar lebih dekat dengan masyarakat. “Akan tetapi, Alhamdulillah, Gubernur sangat konsen untuk hal itu segera diselesaikan,” ujarnya.

Kondisi lain yang dialami Banten saat ini, lanjut Hudaya, adalah ketimpangan pertumbuhan wilayah Utara Selatan dalam banyak hal, termasuk soal peningkatan daya saing daerah dalam skala nasional di berbagai aspek yang secara potensial dimiliki Banten.

Peningkatan Aktivitas Perekonomian

Pada bagian akhir, Hudaya juga menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi adalah proses pendataan yang dapat menjadi langkah mengukur seberapa kuat perekonomian Banten di luar sektor pertanian. Ia pun menyebutkan, jumlah usaha atau perusahaan di Banten tercatat 972.822 usaha/perusahaan.

“Angka tersebut meningkat dari hasil Sensus Ekonomi 2006 yang hanya tercatat sebanyak 848.511 usaha atau perusahaan,” ujarnya.

Hudaya mengungkapkan, di Banten aktivitas bisnis seperti kontruksi, tranportasi, pergudangan, real estate, informasi dan komunikasi, akhir-akhir ini terus mengalami peningkatan. Rupanya peningkatan tersebut, kata dia, disebabkan karena perkembangan jumlah penduduk dan tumbuhnya usaha modern seperti bisnis online.

“Saat ini yang melambat pertumbuhan ekonomi di bidang manufaktur atau industri pengolahan,” ungkap Hudaya. [ard]

Editor: Rapih Herdiansyah
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Begini Kondisi Pertumbuhan Ekonomi Banten Selama Tiga Tahun Terakhir
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top