Rabu, 14 November 2018 |
News Room

Begini Keyakinan 'Kerajaan Ubur-ubur' yang Meresahkan Masyarakat Kota Serang

Senin, 13 Agt 2018 | 19:06 WIB Dibaca: 1397 Pengunjung

Dialog Kerajaan Ubur-ubur dengan MUI Kota Serang di di Lingkungan Tower Indah Sayabulu  RT 02 RW 07, Kota Serang, Senin (13/8/2018).*

SERANG, [NEWSmedia] - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang menyebutkan, kerajaan ubur-ubur yang meresahkan masyarakat Kota Serang dipimpin oleh seorang perempuan bernama Aisah Tusalamah Baiduri Intani.

Sekretaris MUI Kota Serang, Amas Tadjuddin mengatakan, dari hasil dialog yang dilakukan dengan kerajaan ubur-ubur, pihaknya menemukan ajaran yang dianutnya bahwa Nabi Muhammad adalah seorang wanita dan bentuk hajar aswad menyerupai dengan kelamin perempuan.

"Kenapa diciumi orang banyak? karena bentuknya mirip kelamin wanita, Allah Sanghyang Widhi memiliki makam atau petilasan di Serang, Ka'bah bukan kiblat untuk solat, melainkan hanya rumah nabi dan tempat pemujaan, serta percaya kepada Nyi Ratu Kidul sebagai bukti iman kepada yang goib," kata Amas di Lingkungan Tower Indah Sayabulu  RT 02 RW 07, Kota Serang, Senin (13/8/2018).

Hal lainya, lanjutan Amas, raja ubur ubur tersebut meyakini mendapat amanah dari pemilik Indonesia yaitu Ibu Ratu Kidul agar dalam minggu ini mencairkan uang amanah yang jumlahnya tak terhingga yang berada di bank luar negeri dan bank di Indonesia.

BACA JUGA: Polisi Datangi 'Kerajaan Ubur-ubur' di Kota Serang

"Berdasarkan penelusuran, rekening Bank di luar negeri tertulis atas nama Maryam dan Bank di Indonesia atas nama Muhamad menggunakan sandi rahasia M1 dan itu merupakan simbol nama Muhamad sebagai nabi asli keturunan kelahiran Indonesia," jelasnya.

Ia menuturkan, pihaknya juga menemukan 12 orang pengikut Kerajaan Ubur-ubur, baik dari laki laki dan perempuan dewasa yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung dan satu orang dari Kota Cilegon, yang selanjutnya disebut sebagai anak batin dari Aisah, sang Raja Ubur-ubur.

"Dalam paparanya, raja ubur ubur memperoleh semua informasi berdasarkan tapa berata, wangsit batin, suluk torikot dan hasil dari menggali Al-Qur'an dan saat kami luruskan keyakinan Ibu Aisah yang sesat itu, dia marah-marah, emosi dan menjerit jerit mengusir kami," tuturnya.

Ia juga menegaskan, atas temuan itu, pihaknya akan melakukan pembinaan terhadap kelompok tersebut sesuai ajaran Islam.

"Perbedaan keyakinan dan agama sah saja, sepanjang tidak mencampur adukan keyakinan, oleh karena raja ubur ubur selalu menggunakan Al-Qur'an untuk memperoleh dokumen gaib dan menggali hukum se-enak udele, maka MUI berkewajiban membina dan meluruskanya sesuai ajaran Islam," pungkasnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Begini Keyakinan 'Kerajaan Ubur-ubur' yang Meresahkan Masyarakat Kota Serang

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top