Selasa, 20 Oktober 2020 |
News Room - Politik - Banten Memilih

Begini Ketika Wali Kota Cilegon ‘Dirayu’ di Hadapan Calon Gubernur Rano Karno

Selasa, 08 Nov 2016 | 14:28 WIB Dibaca: 1636 Pengunjung

Wali Kota Cilegon Tb Iman Ariyadi (berbaju linmas) saat hadir di Rakercabsus DPC PDI Perjuangan Kota Cilegon, Selasa (8/11/2016).*

CILEGON, [NEWSmedia] - Wali Kota Cilegon Tb Iman Ariyadi menghadiri pembukaan Rapat Kerja Cabang Khusus (Rakercabsus) DPD PDI Perjuangan Kota Cilegon di Aula Resto Bintang Laguna Cilegon, Selasa (8/11/2016). Pada kesempatan itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cilegon Reno Yanuar menyinggung soal nomor urut di Pilkada.

“Mungkin nomor dua adalah nomor bersejarah dan keberununtungan Pak Wali, makanya beliau hadir. Nomor dua juga adalah sejarah kemenangan Pak Wali untuk memimpin Kota Cilegon dua periode," kata Reno disambut tepuk tangan ratusan pengurus dan kader PDI Perjuangan Kota Cilegon.

Calon Gubernur Banten Rano Karno yang hadir dalam acara itu melepas tawa, dan Tb Iman Ariyadi yang duduknya bersebelahan dengan Rano Karno pun ikut tersenyum.

Pada kesempatan itu, Reno Yanuar menyatakan PDI Perjuangan Kota Cilegon menargetkan kemenangan untuk calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut dua, Rano Karno-Embay Mulya Syarief dengan perolehan suara 70 persen.

“70 persen target suara, setuju bapak-bapak, ibu-ibu?" tanya Reno yang kemudian dijawab setuju oleh para peserta Rakercabsus DPC PDI Perjuangan Kota Cilegon.

Reno mengungkapkan, untuk memenuhi target tersebut, pihaknya telah menyiapkan sebanyak 622 saksi untuk ditempatkan di TPS yang tersebar di 43 kelurahan dan delapan kecamatan di Kota Cilegon.

“Kita harus bersatu karena kekuatan itu ada di persatuan. Saya juga berharap, kader PDIP Kota Cilegon tetap solid untuk memenangkan Rano-Mulya di Kota Cilegon,” tuturnya.

Menanggapi bahasan soal nomor urut dua, Wali Kota Cilegon, Tb Iman Ariyadi mengungkapkan hal itu merupakan candaan yang dilakukan oleh Ketua DPC PDIP Perjuangan Kota Cilegon, Reno Yanuar.

“Itu mah joke-nya ketua DPC aja soal nomor urut. Kalau komunikasi dan berpidato politik kan nggak bisa dilarang,” kata Iman diwawancara setelah acara pembukaan.

Ketua DPD Partai Golkar Kota Cilegon ini pun menegaskan, kehadirannya di acara tersebut memenuhi undangan sebagai kepala daerah. “Saya diundang, kapasitas saya sebagai wali kota dan sebagai pembina partai politik di Cilegon. Saya juga hadir di NasDem, hadir juga di PAN. Artinya saya ingin memastikan pesta demokrasi di Banten ini berjalan stabil dan kondusif,” tuturnya.

Sebagai kader Partai Golkar, Iman mengaku tidak akan merubah sikap politiknya untuk memenangkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut satu, Wahidin Halim-Andika Hazrumy.

“Kalau soal sikap individu, saya sebagai kader Partai Golkar, saya harus tetap mengamankan keputusan partai, kira-kira begitu,” kata Iman.

Namun sebagai wali kota, Iman mengaku berkewajiban menjalin komunikasi dengan semua parpol, termasuk calon gubernur dan wakil gubernur di Pilkada Banten. “Silakan berdemokrasi dengan sehat dan damai, jangan sampai rakyat dirugikan dalam soal pilgub. Soal pilihan adalah kedaulatan di tangan rakyat. Yang terpenting setelah pilgub adalah paralel dengan kesejahteraan masyarakat,” kata Iman.

Sementara itu, calon Gubernur Banten Rano Karno mengatakan, dengan waktu yang tersisa sekitar 98 hari lagi, sudah tidak ada waktu lagi bagi tim pemenangan untuk berleha-leha. Ia pun mengajak kepada seluruh kader PDIP untuk terus berjuang bersama untuk memenangkan Pilkada Banten 2017.

“Mari berdoa bersama, apabila kita bisa memenangkan perjuangan ini, ini adalah perjuangan kita bersama,” kata Rano. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Begini Ketika Wali Kota Cilegon ‘Dirayu’ di Hadapan Calon Gubernur Rano Karno
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top