Kamis, 02 Juli 2020 |
News Room - Politik - Banten Memilih

Begini Kata Andika Hazrumy Soal Isu Dinasti dan Korupsi

Rabu, 04 Jan 2017 | 20:47 WIB Dibaca: 1555 Pengunjung

Calon Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy. (Foto: Banten Expres)

BANTEN, [NEWSmedia] - Belakangan ini, isu soal dinasti dan korupsi semakin gencar dilontarkan oleh pendukung Calon Gubernur-Wakil Gubernur, Rano Karno-Embay Mulya Syarief. Isu tersebut tak lain dialamatkan kepada putra mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Andika Hazrumy yang menjadi wakil dari Calon Gubernur Banten nomor urut 1, Wahidin Halim di Pilkada Banten 2017.

Andika Hazrumy mengaku sudah memprediksi, bahasan soal dinasti dan korupsi dipakai sebagai isu yang dibuat oleh lawan politik untuk menghadapi persaingan Pilkada Banten 2017. Menurutnya, sudut pandang masyarakat tentang dinasti yang bergulir hanya sebuah persepsi, dan perlu dijelaskan secara objektif.

“Kita bisa lihat fakta dan realitasnya, seperti di Tangsel, Ibu Airin itu, tahun 2016 tata kelola keuangan daerahnya sangat baik, Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Di daerah lain misalnya di Kabupaten Serang, juga wajar tanpa pengecualian. Itu mungkin salah satu bukti nyata jika dikaitkan bagian dari keluarga, kami bekerja dengan baik,” kata Andika, Rabu (4/1/2017).

Andika mengungkapkan, dirinya kerap berdiskusi dengan Wali Kota Tangsel Airin Rachmy Diani dan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah yang merupakan bibinya. “Ibu Airin memimpin Kota Tangerang Selatan dengan penuh prestasi yang dimulai dari pengelolaan anggaran. Bahkan mendapat apresiasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi,” ungkapnya.

Simak: Pimpinan KPK Puji Kepemimpinan Airin di Tangsel

Sementara dalam program sosial, Andika mengaku banyak berdiskusi dengan Ratu Tatu Chasanah yang sebelumnya menjadi Wakil Bupati Serang dan kini menjadi Bupati Serang. Kata dia, sejak menjadi Wakil Bupati Serang, Ratu Tatu berhasil dalam pengelolaan anggaran sehingga mampu meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) BPK.

Andika juga menilai isu dinasti yang dilemparkan lawan politiknya sudah tidak relevan. Sebab dalam sistem demokrasi di Indonesia, semua warga negara punya hak politik dan kesempatan untuk mengabdi untuk masyarakat.

“Ibu Tatu terpilih menjadi Bupati Serang dan Ibu Airin menjadi Wali Kota Tangerang Selatan pada Pilkada 2015. Saat itu, isu dinasti juga dilemparkan lawan politik. Jadi bagi saya, serangan isu dinasti ini menjadi motivasi lebih serius lagi mengabdi kepada masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: Ratu Tatu Dianugerahi Satyalancana Kebhaktian Sosial oleh Presiden

Yang terpenting, bagi Andika, pencalonannya bersama Wahidin Halim di Pilkada Banten 2017 ini adalah niatan tulusnya untuk mengabdi kepada Banten serta itikad baiknya untuk membangun Banten.

“Bagaimana saya ditempa sekarang, saya betul-betul sudah mengalami proses yang sangat luar biasa. Semua ini menjadi bahan bagi saya, bagaimana ke depan, bisa memberikan kontribusi yang positif untuk Banten,” tutur Andika.

Komitmen Antikorupsi

Terkait dengan masalah korupsi, Andika juga menegaskan komitmennya untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih (clean dan good governance).

“Jelas, kami berdua (Wahidin Halim-Andika Hazrumy) berkomitmen ke depan untuk menata dan mengelola pemerintahan yang baik, termasuk tata kelola keuangan daerah. Kami ingin memiilki pemerintahan ke depan yang bisa diakses oleh publik. Dengan konsep transparansi anggaran, pemerintahan ke depan harus bisa dipercaya masyarakat, juga akuntabel,” terangnya.

Bahkan, lanjutnya, pasangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy sudah menyiapkan program e-budgeting dan e-planning.

“Kami menawarkan e-budgeting dan e-planning untuk menunjang perencanaan pembangunan dan penggunaan anggaran secara akuntabel yang bisa diakses oleh publik. Dengan begitu, masyarakat bisa melihat dan memantau langsung proses perencanaan sampai dengan penggunaan anggaran,” katanya.

Andika menegaskan ingin pemerintahan yang dipimpinnya bersama gubernur Wahidin Halim 2017-2022 nanti, mendapat partisipasi publik secara maksimal.

“Saya berkomitmen dengan Pak Wahidin Halim. Kami ingin membangun Banten, kami tidak ingin membangun di Banten. Artinya, bagaimana ke depan, masyarakat Banten harus merasakan pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Banten. Masyarakat Banten tidak boleh menjadi penonton di daerahnya sendiri,” ucap Andika.

Oleh karena itu, Andika mengajak masyarakat Banten untuk mengawal Pilkada Banten 2017 yang bersih, jujur dan adil. “Bapak dan ibu masyarakat Banten, mari kita menyongsong Pilkada 2017 ini dengan kebahagiaan, kita jaga kebersamaan, kita jaga kesatuan. Wujudkan pilkada bersih, jujur dan adil. Kami juga berharap bahwa pilkada ini berjalan dengan aman, lancar dan damai,” ujar Andika. [idr]

Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Begini Kata Andika Hazrumy Soal Isu Dinasti dan Korupsi

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top